Jumat, 24 April 2026

Berita Banyumas

Banyumas Surplus Beras 87 Ton Meski Kondisi PH Tanah Kurang Ideal

Dengan asumsi kebutuhan konsumsi sekitar 70 kilogram per orang per tahun, produksi yang ada dinilai masih mencukupi

Tribun Banyumas/iwan Arifianto
Ilustrasi teknologi untuk memanen padi 


"Makanya kami minta Agrinas bisa mendirikan pabrik tepung di Banyumas," tegasnya.


Ia juga menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat, terutama generasi muda yang mulai beralih ke produk berbasis tepung seperti roti. 


Kondisi ini membuat kebutuhan tepung beras diprediksi akan meningkat di masa depan.


Di sisi lain, peningkatan produksi juga menghadapi tantangan biaya yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan tenaga kerja yang sebagian besar sudah berusia lanjut.


Akibatnya, proses produksi menjadi lebih lambat dan mahal.


Untuk itu, mekanisasi pertanian menjadi solusi utama. 


Penggunaan alat modern dinilai mampu memangkas biaya sekaligus mempercepat proses kerja.


Contohnya pada pembuatan galengan atau pematang sawah yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual.


"Kalau pakai tenaga manusia, lama dan mahal. Kita dorong agar ada pabrik alat mesin pertanian, termasuk untuk pembuatan galengan," ujarnya.


Ia menjelaskan, kehadiran industri alat mesin pertanian seperti transplanter, traktor, alat pembuat guludan, mini combine harvester hingga ekskavator akan mempercepat pembangunan jaringan irigasi tersier.


Selain itu, proses produksi pertanian juga akan menjadi lebih efisien dan mampu menyerap tenaga kerja secara lebih optimal.


Dengan adanya kolaborasi bersama PT Agrinas, Arif berharap transfer teknologi dapat dilakukan secara masif dan lebih cepat.


"Kalau ini disetujui, prosesnya akan jauh lebih cepat dibanding sebelumnya," pungkasnya. (jti) 

 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved