Jumat, 17 April 2026

Berita Banyumas

Sadewo Ingatkan WFH ASN Banyumas Jangan Jadi Walking-walking from Home

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengakui kebijakan Work From Home (WFH) memiliki celah penyimpangan

Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
UHC BANYUMAS - Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono usai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tahun 2026 di Pendopo Sipanji, Purwokerto, Kamis (9/4/2026). Buapti menginstruksikan kepada seluruh puskesmas dan klinik agar tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk membantu pembiayaan sementara bagi warga yang kepesertaannya belum aktif. 


"Kalau saya sih enggak usah menghemat. Kantor saya satu rumah," ucapnya.


Meski begitu, ia tetap menunjukkan komitmen efisiensi, salah satunya dengan menolak pengadaan mobil dinas baru.


"Saya tidak mau dibelikan mobil dinas baru," ungkapnya.


Untuk kebutuhan perjalanan dinas luar kota, ia memilih menggunakan kendaraan lama yang dinilai lebih hemat.


"Kalau keluar kota, mobil dinas yang lama, itu kan hemat banget, gabungan antara listrik sama bahan bakar," jelasnya.


Terkait kebijakan seperti di tingkat provinsi yang mendorong pegawai bersepeda, Sadewo menyatakan tidak menerapkannya di Banyumas.


"Saya enggak menerapkan kebijakan itu. Apakah efektif, silakan menilai sendiri," katanya.


Menurutnya, kebijakan yang terlalu mengikat justru tidak efektif dalam jangka panjang.


"Kalau saya bilang naik sepeda, paling nanti satu dua hari naik sepeda, habis itu dibawa mobil lagi," ujarnya.


Ia lebih memilih memberikan kebebasan kepada pegawai dalam menentukan moda transportasi.


"Yang senang naik sepeda ya silakan, yang senang naik motor ya silakan," tambahnya.


Namun demikian, ia tetap mendorong efisiensi penggunaan kendaraan dinas.


"Mobil dinas kalau bisa ditinggal di kantor. Enggak usah dijemput-jemput. 


Datang saja naik motor. 


Kepala dinas ya mesti punya motor lah," tegasnya.


Di sisi lain, soal pengawasan pelaksanaan WFH, Sadewo mengakui hal tersebut tidak mudah dilakukan secara ketat.


"Pengawasannya bagaimana? Ya susah. Itu kesadaran, bukan pengawasan," pungkasnya. (jti) 

 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved