Kamis, 16 April 2026

Berita Cilacap

Warga Cilacap Diminta Waspada Banjir saat Libur Lebaran, Hujan Deras Berpotensi Terjadi 11-20 Maret

BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat saat libur Lebaran 11-20 Maret 2026. Warga diminta waspadai banjir hingga longsor.

Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum
IKON CILACAP - Suasana kawasan Alun-alun Cilacap Senin (11/3/2026) siang, tampak aktivitas lalu lintas didominasi kendaraan motor. BMKG mengeluarkan peringatan dini tentang potensi hujan di Cilacap saat libur Lebaran, 11-20 Maret 2026. 
Ringkasan Berita:
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat saat libur Lebaran 11-20 Maret 2026.
  • Hujan intensitas tinggi itu terjadi tak hanya di Cilacap tetapi juga wilayah lain di Jawa Tengah.
  • BMKG mengimbau masyarakat waspada terhadap bencana yang berpotensi terjadi akibat hujan deras tersebut, di antaranya banjir hingga longsor.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi curah hujan tinggi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Cilacap saat libur Lebaran, 11-20 Maret.

BMKG mencatat, sebagian wilayah Jawa Tengah berstatus waspada terhadap curah hujan dengan intensitas mencapai 150-200 milimeter.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, Cilacap termasuk daerah berpotensi mengalami hujan lebat.

"Untuk periode 11 hingga 20 Maret 2026, Cilacap masuk kategori waspada curah hujan tinggi dengan potensi curah hujan sekitar 150 sampai 200 milimeter per dasarian," ujar Teguh, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Jenazah Mengapung di Perairan Cilacap Belum Diketahui Identitasnya

Menurut Teguh, kondisi tersebut terjadi karena sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih berada dalam periode musim hujan hingga awal Maret 2026.

Ia menjelaskan, hasil pemantauan parameter iklim global menunjukkan fenomena ENSO dan IOD saat ini berada pada kondisi netral, sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pola cuaca ekstrem.

"Berdasarkan monitoring BMKG, indeks ENSO dan IOD saat ini berada pada kondisi netral dan diperkirakan bertahan hingga pertengahan tahun 2026," jelasnya.

Baca juga: Jejak Dakwah Wali di Masjid Agung Darussalam Cilacap

Meski demikian, Teguh mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara lokal.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang maupun dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor," pesannya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved