Kamis, 9 April 2026

Berita Cilacap

Jejak Dakwah Wali di Masjid Agung Darussalam Cilacap

satu-satunya petunjuk mengenai usia masjid kini hanya tersisa dari tulisan ukiran yang terdapat pada beduk tua

Tribun Banyumas
Masjid Agung - Masjid Agung Darussalam Cilacap yang berdiri di kawasan Alun-alun Cilacap, Kabupaten Cilacap, menjadi salah satu masjid bersejarah dan kebanggaan umat Islam setempat, Selasa (10/3/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Masjid Agung Darussalam Cilacap menjadi salah satu ikon kebanggaan umat Islam di Kabupaten Cilacap yang berdiri megah di pusat kota dan menyimpan sejarah panjang perkembangan dakwah Islam di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah.


Masjid yang berada di kawasan Alun-alun Cilacap ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol perjalanan panjang penyebaran Islam yang diyakini berkaitan dengan dakwah para wali dan murid Wali Songo di tanah Jawa.


Takmir sekaligus Imam Masjid Agung Darussalam Cilacap, KH Muslihun Ashari, mengatakan sejarah pasti berdirinya masjid tersebut sulit ditentukan karena berbagai renovasi yang terjadi selama puluhan tahun membuat banyak literasi dan arsip lama hilang.


“Secara pasti tanggal dan tahun berdirinya Masjid Agung Darussalam memang tidak bisa kami jelaskan karena sudah mengalami beberapa kali renovasi dan banyak data sejarah yang hilang,” ujar KH Muslihun Ashari, Selasa (10/3/2026).


Ia menjelaskan renovasi besar terakhir Masjid Agung Darussalam terjadi pada tahun 1998 dan selesai pada tahun 2000, yang turut menyebabkan sebagian catatan sejarah awal masjid tidak lagi tersimpan.


“Setelah renovasi terakhir itu banyak literasi lama yang mulai kabur karena para pendahulu sudah tidak ada dan arsipnya juga sebagian besar hilang,” jelasnya.


Menurut KH Muslihun, satu-satunya petunjuk mengenai usia masjid kini hanya tersisa dari tulisan ukiran yang terdapat pada beduk tua yang masih disimpan di Masjid Agung Darussalam Cilacap.


“Prasasti yang ada di beduk itu menjadi salah satu petunjuk yang bisa kami jadikan acuan untuk mengetahui sudah berapa lama masjid ini berdiri,” katanya.


Ia menuturkan, hilangnya sejumlah arsip sejarah juga berkaitan dengan perpindahan kantor Kementerian Agama yang dahulu berada satu kawasan dengan Masjid Agung Darussalam Cilacap.


“Dulu area masjid ini satu kawasan dengan kantor Departemen Agama, sehingga saat kantor itu pindah banyak arsip yang ikut berpindah bahkan ada yang hilang,” ungkapnya.


Meski demikian, dari cerita para sesepuh Cilacap, KH Muslihun menyimpulkan bahwa berdirinya Masjid Agung Darussalam tidak lepas dari proses penyebaran Islam yang dilakukan murid-murid Wali Songo, khususnya dari jalur dakwah Sunan Kalijaga.


“Banyak cerita dari para orang tua dulu bahwa masjid ini berkaitan dengan penyebaran Islam oleh murid para wali, terutama yang memiliki garis dakwah dari Sunan Kalijaga,” tuturnya.

Baca juga: Kisah Pasutri di Blora Dirikan Omah Satwa, Sehari Habis Rp 150 Ribu untuk Pakan


Ia menjelaskan tata letak Masjid Agung Darussalam yang berada di dekat alun-alun dan pusat pemerintahan juga memiliki filosofi yang sejalan dengan tradisi kota-kota Islam di Jawa.


“Biasanya di kota-kota Jawa itu ada alun-alun di depan, masjid di satu sisi dan penjara di sisi lain, yang menggambarkan bahwa manusia selalu diberi pilihan antara jalan kebaikan atau keburukan,” jelas KH Muslihun.


Keunikan Masjid Agung Darussalam Cilacap juga terlihat dari struktur bangunannya yang masih mempertahankan bentuk arsitektur tradisional Jawa dengan model atap joglo.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved