Kamis, 21 Mei 2026

Kebumen Berdaya

Pukulan Bertubi-tubi Produsen Tempe di Kebumen, Harga Kedelai dan Plastik Kompak Naik

Dengan adanya kenaikan harga bahan baku, terangnya, tentu berdampak terhadap pembelian.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Agus Iswadi
MENATA. Arief menata tempe yang telah diproduksinya di rumah wilayah Desa Muktisari Kecamatan/Kabupaten Kebumen, Kamis (21/5/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Pengrajin tempe asal Desa Muktisari Kecamatan Kebumen, Arief Amri Rosyadi (31) harus memutar otak imbas kenaikan harga bahan baku baik itu kedelai impor maupun plastik.

Arief merupakan generasi kedua yang meneruskan usaha produksi tempe skala rumahan yang dirintis orang tuanya sejak 1998 lalu.

Ada dua jenis tempe yang diproduksinya baik itu tempe bungkus plastik maupun daun pisang. Dia dibantu empat pekerja rata-rata memproduksi tempe 130 kg per harinya.

Menurutnya tempe sudah menjadi bahan baku makanan utama di wilayah Kabupaten Kebumen. Dengan adanya kenaikan harga bahan baku, terangnya, tentu berdampak terhadap pembelian.

"Harga kedelai impor awal April 2026 Rp 10.650 per kg. Sekarang harga Rp 10.850 per kg. Kenaikan Rp 200," katanya saat ditemui di tempat produksi, Kamis (21/5/2026).

Dengan adanya kenaikan harga bahan baku tentu sangat berdampak bagi dirinya selaku pengrajin tempe skala rumahan. Di sisi lain, harga plastik juga mengalami kenaikan beberapa waktu lalu.

"Dampaknya yang pasti dari segi penjualan, kita bingung mau naikin harga atau ngecilin produk," ungkapnya.

Baca juga: Makam Leluhur Prabowo di Banyumas Terancam Terdampak Jika Waduk Mrica Jebol

Apabila harga jual tempe dinaikkan, jelas Arief, tentu akan berdampak terhadap tingkat pembelian. Sedangkan apabila ukuran tempe dikurangi tentu pembeli juga akan komplain.

"Sementara ini mengurangi (ukuran) tempe dikit dengan mempertahankan harga," jelasnya.

Dia menjual tempe dengan harga berkisar Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per bungkus. Di sisi lain Arief berencana akan memproduksi tempe dengan ukuran yang lebih masuk akal dengan kondisi harga baku yang mengalami kenaikan seperti saat ini.

"Harapannya, bisa diturunkan harga kedelai sama plastik karena berdampak sekali terhadap pelaku usaha rumahan," pungkasnya. (Ais).

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved