Cilacap
"Belum Siap", 5 Desa Cilacap Mundur Seleksi Desa Wisata
Lima desa di Cilacap pilih mundur dari seleksi desa wisata akibat belum siap manajemen. Dari 30 peserta, hanya 19 desa yang akhirnya lolos.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Proses seleksi desa wisata di Cilacap berlangsung ketat, menyebabkan 5 desa mengundurkan diri dan 6 desa lainnya dinyatakan belum lolos.
- Alasan pengunduran diri meliputi ketidaksiapan organisasi, belum adanya paket wisata jelas, serta manajemen promosi yang lemah.
- Dari 30 desa yang dipetakan, Disparpora akhirnya hanya menetapkan 19 desa yang memenuhi standar SK Bupati, dengan Desa Jetis dan Karangmangu sebagai yang terbaik.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Gelar "Desa Wisata" ternyata bukan hal mudah untuk diraih.
Sepanjang tahun 2025, seleksi ketat yang diterapkan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cilacap membuat sejumlah desa kandidat berguguran.
Dari pemetaan awal terhadap 30 desa potensial, tidak semuanya berhasil melaju hingga tahap penetapan.
Baca juga: Daftar 19 Desa Wisata Cilacap Terbaik 2026, Ada Desamu?
Evaluasi mendalam menyingkap fakta bahwa banyak desa yang masih gagap dalam tata kelola destinasi, meski memiliki potensi alam atau budaya.
Kendala Masalah Manajemen
Fakta di lapangan menunjukkan persoalan kelembagaan menjadi batu sandungan terbesar.
Akibatnya, lima desa memutuskan untuk lempar handuk alias mengundurkan diri sebelum penilaian akhir.
Kepala Disparpora Cilacap, Budi Narimo, membenarkan fenomena tersebut.
Ia menyebut desa-desa ini menyadari ketidaksiapan mereka dalam hal organisasi dan pengelolaan.
“Dari pemetaan awal, ada lima desa yang memilih mundur karena belum siap secara organisasi dan pengelolaan, sementara desa lainnya kami dorong melakukan reorganisasi dan pembenahan manajemen,” tegas Budi.
Kelima desa yang mundur tersebut adalah:
- Karangsari (Adipala)
- Kesugihan Kidul (Kesugihan)
- Mandala (Jeruklegi)
- Mentasan (Kawunganten)
- Cisuru (Cipari).
Mereka dinilai belum memiliki paket wisata yang jelas serta promosi yang belum terkelola maksimal.
Lolos Seleksi Ketat
Tak hanya yang mundur, desa yang melaju ke tahap penilaian pun tak semuanya mulus.
Setelah penilaian intensif oleh tim gabungan praktisi dan akademisi pada Agustus hingga Oktober 2025, tercatat ada enam desa yang dinilai masih belum memenuhi standar dan memerlukan pembinaan lanjutan.
Alhasil, dari total 30 desa awal, hanya 19 desa yang dinyatakan lolos dan berhak mengantongi Surat Keputusan Bupati Cilacap.
“Desa wisata harus mampu menghadirkan pengalaman otentik, menggerakkan ekonomi warga, sekaligus menjaga identitas budaya dan alam,” ujar Budi menekankan standar tinggi yang dipatok.
Raih Predikat Terbaik
| Gaji Sebulan Tak Kebeli Emas 1 Gram, Seribu Buruh Cilacap Siap Kepung Jalanan |
|
|---|
| Dexlite Tembus Rp23 Ribu, SPBU di Kroya Cilacap Mendadak Lengang |
|
|---|
| Ramai Isu El Nino Godzilla Landa Cilacap, Ini Penjelasan Resmi BMKG |
|
|---|
| Niat Matikan Lampu Rumah, Warga Wanareja Malah Temukan Mayat di Kolam |
|
|---|
| Damkar Cilacap Evakuasi HP Bocah Terjebak di Rel Jalan Sawo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Curug-Mandala.jpg)