Selasa, 28 April 2026

Berita Banyumas

Permintaan Khusus Sadewo kepada Presiden Prabowo saat Ditawari Bantuan

Dengan tambahan 15 TPST berkapasitas masing-masing 10 ton per hari dapat terealisasi, ia optimis Banyumas mampu mencapai target besar pada 2028

Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
KUNJUNGAN PRESIDEN - Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto saat meninjau Tempat Pengolahan Akhir (TPA) BLE di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/4/2026).Dalam kunjungannya, Presiden mengaku terkesan dengan sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di Kabupaten Banyumas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyampaikan Kabupaten Banyumas masih kekurangan 15 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk mencapai zero waste. 


Ia berharap bantuan dari Presiden dapat difokuskan pada pembangunan TPST tersebut.


"Saat Pak Presiden tadi menawarkan bantuan, saya langsung menyampaikan yang kami butuhkan adalah TPST. 

Mudah-mudahan bisa terealisasi. 

Bahkan tadi bersama Pak Gubernur, untuk kabupaten-kabupaten dengan pola seperti Banyumas, jangan diberikan bantuan," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, usai mendampingi bupati di TPA BLE, Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Selasa (28/4/2026). 


Sadewo menegaskan dengan tambahan 15 TPST berkapasitas masing-masing 10 ton per hari dapat terealisasi, ia optimis Banyumas mampu mencapai target besar pada 2028.


"Kalau saya tambah 15 TPST dengan kapasitas 10 ton per hari, maka tahun 2028 saya jamin di depan Pak Presiden, Banyumas bisa mencapai zero waste to money," katanya.


Lebih lanjut, ia menjelaskan TPST yang akan dibangun tidak hanya memproduksi Refuse Derived Fuel (RDF), tetapi juga akan dikembangkan menghasilkan berbagai produk turunan dari limbah plastik.


"Saya akan mengembangkan produksi lantai palet dari limbah plastik, seperti yang digunakan di kolam-kolam. 

Baca juga: Insiden Penyalaan Flare saat Kontra Persak, Siapkah Purbalingga Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasioal?


Selain itu, kami juga sedang menyiapkan produksi boksi atau kontainer plastik," jelasnya.


Untuk produk boksi (isian bolpoin), Sadewo menyebutkan desainnya terdiri dari tiga bagian, yakni tutup atas, badan, dan tutup bawah.


Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan proses pencetakan (molding).


"Satu molding bisa menghasilkan 10 boksi. 


Bahan bakunya dari biji plastik KW2 yang dicairkan dan disemprotkan hingga membentuk produk. 


Memang bahan baku masih dibeli dari China, tetapi saya yakin harganya jauh lebih murah dibandingkan yang ada di toko," katanya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved