Rabu, 20 Mei 2026

Berita Cilacap

Gawat! Pergerakan Tanah di Padangjaya Majenang Makin Meluas, 89 Rumah Rusak

Pergerakan tanah terjadi di dua dusun yaitu Jatiluhur dan Jatimulya, Majenang, Cilacap, dengan dampak kerusakan yang semakin meluas.

Tayang:
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: Rustam Aji
Tribun Banyumas/BPBD Cilacap
Caption  HAMPIR ROBOH - Kondisi salah satu rumah yang rusak akibat pergerakan tanah di wilayah Padangjaya, Kecamatan Majenang, hampir roboh, Selasa (9/12/2025)..  

Ringkasan Berita:
  • Fenomena ini sudah berulang sejak 2017, 2023 hingga tahun 2025.
  • Sebanyak 89 rumah warga mengalami kerusakan mulai kategori ringan, sedang hingga rusak berat.
  • Pada kejadian sebelumnya di 2023 hanya 23 rumah terdampak, tetapi sekarang meningkat signifikan

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Warga di Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, kini harus waspada.

Pasalnya, bencana longsor mengancam setelah hujan deras berkepanjangan pada November 2025.

Di mana, kondisi pergerakan tanah terjadi di dua dusun yaitu Jatiluhur dan Jatimulya dengan dampak kerusakan yang semakin meluas.

Sebanyak 89 rumah warga mengalami kerusakan mulai kategori ringan, sedang hingga rusak berat.

Hal itu disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggunglangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Budi Setyawan, Selasa (9/12/2025).

Menurutnta, fenomena ini sudah berulang sejak 2017, 2023 hingga tahun 2025.

“Daerah tersebut merupakan kawasan gerakan tanah aktif tipe lambat berdasarkan kajian tim geologi,” kata Budi, Selasa (9/12/2025).

Tapi kejadian sebelumnya di 2023, hanya 23 rumah terdampak, tetapi sekarang meningkat signifikan.

Baca juga: BEAKING NEWS- Masyarakat Peduli Kebondalem Gelar Demo di Alun-alun Purwokerto

Selain permukiman, satu mushola dan satu fasilitas pendidikan RA Asidiq juga ikut terdampak.

Budi mengatakan, jalan kabupaten dan sejumlah jalan lingkungan dilaporkan amblas akibat pergerakan tanah susulan.

Selain itu, turap penguat tebing hunian tetap sepanjang sekitar 20 meter dengan tinggi 2 meter juga dilaporkan ambrol.

"Sebagian warga telah mengungsi karena kondisi rumah yang tidak lagi aman untuk dihuni," kata Budi.

Budi mengatakan, pemerintah desa telah membuka Posko Tanah Longsor untuk penanganan warga terdampak.

BPBD juga menyalurkan bantuan sembako sebanyak 84 paket kepada warga di posko utama.

“Kami sudah melakukan pendataan, peninjauan lokasi serta koordinasi dengan dinas terkait,” jelas Budi.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved