Korupsi Lahan Cipari Cilacap
Cabup Cilacap Awaluddin Muuri Jalani Sidang Korupsi Pengadaan Lahan, Didakwa Terima Rp1,8 Miliar
Calon Bupati Cilacap Awaluddin Muuri jalani sidang perdana dugaan korupsi pengadaan lahan di Cipari. Awaluddin didakwa terima Rp1,8 miliar.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Mantan Penjabat (Pj) Bupati Cilacap yang juga calon bupati Cilacap Awaluddin Muuri didakwa menerima uang Rp1,8 miliar dari jual beli tanah milik Kodim IV Diponegoro di Ciparai, Cilacap, Jawa Tengah.
Hal ini terungkap di sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Pemkab Cilacap, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jumat (3/10/2025).
Awaluddin Muuri tak sendiri. Dia duduk sebagai terdakwa bersama Iskandar Zulkarnain, mantan Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Cilacap; dan Andhi Nur Huda, mantan Direktur PT Rumpun Sari Antan.
Ketiganya didakwa melakukan kongkalikong jual beli tanah seluas 716,20 hektare di Carui, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap.
Lahan yang dikelola PT Rumpun Sari Antan itu dibeli Pemkab Cilacap. Padahal, lahan tersebut milik Kodam IV Diponegoro.
Alhasil, negara mengalami kerugian mencapai Rp237 miliar.
Baca juga: Duduk Perkara Awaluddin Muuri Jadi Tersangka Kasus Pengadaan Lahan, Terjadi saat Jabat Sekda Cilacap
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rinawati mengatakan, tiga terdakwa melakukan transaksi jual-beli tanah sebagai rencana pengembangan hilirisasi usaha di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan terpadu PT Cilacap Segara Artha, sebuah Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Cilacap.
Terdakwa Andhi Nur Huda, sebagai pihak swasta, menawarkan tiga bidang tanah seluas 716,20 hektar kepada Pemkab Cilacap yang dikendalikan oleh dua terdakwa, Awaluddin Muuri dan Iskandar Zulkarnain.
"Total transaksi mencapai Rp237 miliar, pembayaran dilakukan secara bertahap mulai dari 25 Mei 2023 hingga 5 Juni 2024," kata JPU Rinawati saat membacakan berkas dakwaan.
Menurut Rinawati, terdakwa Andhi berperan mencari dan menawarkan tanah ke Pemkab Cilacap melalui perusahaannya PT Rumpun Sari Antan.
Selepas proses pembelian selesai, Andhi menyetor sebagian uang hasil penjualan tanah itu kepada terdakwa Awaluddin dan Iskandar.
"Dari uang hasil jual beli tanah sebesar Rp237 miliar, Andhi menyetorkan ke Awaluddin Muuri sebesar Rp1,8 miliar selama kurun Januari 2024 sampai dengan bulan Mei 2024."
"Sementara, terdakwa Iskandar mendapatkan setoran sebesar Rp4,3 miliar, mulai Mei 2023 sampai dengan Februari 2025," ungkapnya.
Utak Atik Aturan
Di sisi lain, Awaluddin dan Iskandar memiliki peran berbeda dalam kasus ini.
Mereka berdua mengorkestrasi berbagai regulasi agar proses jual beli tanah itu berjalan mulus.
| Aliran Dana Dugaan Korupsi Jual Beli Lahan Cipari Cilacap: Awaluddin Muuri Terima Paling Sedikit |
|
|---|
| Awaluddin Muuri Terima Rp1,8 M dari Korupsi Pengadaan Lahan, Untuk Kampanye Pilkada Cilacap |
|
|---|
| Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Pemkab Cilacap: Kejati Sita Uang Rp13 Miliar Hasil TPPU |
|
|---|
| Duduk Perkara Awaluddin Muuri Jadi Tersangka Kasus Pengadaan Lahan, Terjadi saat Jabat Sekda Cilacap |
|
|---|
| Calon Bupati Cilacap Awaluddin Muuri Terancam 20 Tahun Penjara, Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/03102025-mantan-calon-bupati-cilacap-awaluddin-muuri-jalani-sidang-dugaan-korupsi.jpg)