Selasa, 28 April 2026

KPK

5 Momen Kontroversial Immanuel Ebenezer Sebelum Ditangkap KPK

Jauh sebelum terjerat OTT KPK, jejak politik Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel diwarnai sejumlah manuver tajam yang menggemparkan.

TRIBUNNEWS
PROFIL IMMANUEL EBENEZER: ARSIP FOTO - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel, dalam sebuah Raker Komisi IX DPR beberapa waktu lalu. Ia menjadi anggota kabinet Prabowo-Gibran pertama yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan pada Kamis (21/8/2025). (ISTIMEWA/UNTUK TRIBUNBANYUMAS.COM) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (Noel) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi puncak dari perjalanan politiknya yang penuh warna.

Jauh sebelum peristiwa ini, nama Noel sudah sering menjadi sorotan karena manuver dan pernyataannya yang tajam dan tak jarang menimbulkan kontroversi.

Berikut adalah 5 momen kontroversialnya yang paling fenomenal.

Baca juga: Profil Immanuel Ebenezer: Aktivis 98, Relawan Jokowi, Kini Wamenaker Prabowo Kena OTT KPK

1. Mendirikan Lalu Membubarkan Relawan Ganjar Pranowo (GP Mania) 

Menjelang Pilpres 2024, Noel adalah salah satu pendukung awal Ganjar Pranowo.

Ia membentuk kelompok relawan Ganjar Pranowo Mania (GP Mania) yang sangat vokal.

Namun, pada Februari 2023, dalam sebuah langkah yang mengejutkan, Noel menggelar konferensi pers dan secara resmi membubarkan GP Mania.

Alasannya, ia menilai Ganjar tidak memiliki gagasan dan keberanian yang cukup untuk memimpin Indonesia.

2. Berbalik Arah 180 Derajat Mendukung Prabowo 

Tidak lama setelah membubarkan GP Mania, Noel melakukan manuver politik yang paling drastis.

Ia dan barisan relawannya secara terbuka mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto.

Langkah ini sontak menjadi perbincangan hangat, mengingat rekam jejak Noel sebagai Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan) yang pada era sebelumnya sering berada di posisi berseberangan dengan Prabowo.

3. Melaporkan Sesama Aktivis, Haris Azhar dan Fatia 

Sebagai Ketua Umum JoMan, Noel pernah mengambil langkah kontroversial dengan melaporkan dua aktivis hak asasi manusia, Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti, ke Polda Metro Jaya.

Laporan ini terkait dengan tuduhan pencemaran nama baik terhadap Menko Marves saat itu, Luhut Binsar Pandjaitan.

Sikap Noel ini menuai kritik tajam dari kalangan masyarakat sipil karena dianggap berseberangan dengan semangat aktivisme.

4. Diangkat dan Dicopot dari Kursi Komisaris BUMN 

Pada Maret 2022, Noel sempat diberi jabatan sebagai Komisaris di PT Mega Eltra, anak perusahaan BUMN PT Pupuk Indonesia.

Jabatan ini dilihat publik sebagai hadiah atas loyalitasnya sebagai ketua relawan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved