Berita Purbalingga

Janji Dibayar Tanggal 15, Gaji Tak Kunjung Datang, Pekerja di Purbalingga Bingung Kemana Mengadu

Seorang pekerja di Purbalingga mengeluhkan gajinya yang tak kunjung dibayar meski sudah lewat tanggal yang dijanjikan. Ia dan teman-temannya bingung.

Penulis: daniel a | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNNEWS
MENUNGGU GAJI KARYAWAN: Ilustrasi pekerja keluar jam pulang. Seorang pekerja di Purbalingga mengeluhkan gajinya yang tak kunjung dibayar meski sudah lewat tanggal yang dijanjikan. Ia dan teman-temannya bingung harus berbuat apa. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Jeritan hati seorang pekerja di Purbalingga mewakili kebingungan dan keputusasaan yang ia dan rekan-rekannya rasakan.

Ia mengadukan nasibnya yang tak kunjung menerima gaji, padahal ia telah bekerja keras untuk menafkahi keluarga.

Aduan ini juga mengungkap adanya eksodus atau keluarnya banyak karyawan dari perusahaan tersebut karena masalah yang sama.

Baca juga: Kerja 10 Tahun, Karyawan di Purbalingga Mengeluh Gaji di Bawah UMK

Laporan yang disampaikan dengan nada bingung ini masuk melalui kanal aduan publik pada Senin (16/6/2025), namun tercatat belum mendapat tanggapan dari Dinas Tenaga Kerja (Dinnaker) Purbalingga.

Janji Tinggal Janji, Gaji Tak Kunjung Dibayar

Dalam curhatnya, pekerja yang berlokasi di daerah Karangsentul, Purbalingga, ini menceritakan bahwa ia juga mengalami nasib tidak digaji oleh perusahaannya.

Padahal, pihak perusahaan sudah sempat memberikan janji.

"Dari bulan kemarin sudah diminta menunggu sampai tanggal 15 Juni, tapi udah lewat tanggal itu, tetap nggak digaji pak," tulisnya disertai emoji wajah meleleh, menggambarkan perasaannya.

Ia menyebut bahwa banyak karyawan sebelumnya yang sudah keluar karena berbagai alasan, termasuk tidak digaji, sering terlambat gajian, dan karena peraturan perusahaan.

'Kerja Capek Buat Keluarga, tapi Tak Digaji'

Lebih jauh, ia mengungkapkan dilema dan rasa solidaritasnya terhadap rekan-rekan sekerja.

Baginya, ini bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga menimpa beberapa karyawan lain.

"Seolah kita kerja capek buat keluarga, tapi nggak digaji," ungkapnya, menyuarakan inti dari ketidakadilan yang mereka rasakan.

Menyadari bahwa apa yang dialaminya kemungkinan besar sudah melanggar hukum, pekerja ini mengaku bingung harus mengambil langkah apa.

Ketidaktahuan mengenai prosedur pelaporan yang benar membuatnya dan teman-temannya ragu dalam mengambil keputusan.

"Maaf pak, kalau seperti ini bagaimana yah? Saya sama teman-teman saya juga sempat bingung mau ambil keputusan apa," tanyanya, memohon saran dan solusi.

Para pekerja ini kini menantikan respons dan arahan dari Dinas Tenaga Kerja Purbalingga untuk dapat menyelesaikan sengketa ini dan memperjuangkan hak mereka yang paling mendasar, yaitu upah atas kerja keras yang telah mereka berikan.

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved