Kamis, 9 April 2026

Berita Kendal

Banyak Anak Tak Tamatkan SMP, IPM Kendal Hanya 7,74 Persen

Menurut data BPS 2024, hanya 7,74 persen penduduk Kabupaten Kendal yang memiliki tingkat pendidikan setara dengan kelas 2 SMP.

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
ILUSTRASI - Proses pembelajaran di SMP Negeri 4 Bawang, Kabupaten Batang, beberapa waktu lalu. Menurut data BPS 2024, hanya 7,74 persen penduduk Kabupaten Kendal yang memiliki tingkat pendidikan setara dengan kelas 2 SMP.  

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap masih rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Menurut data BPS 2024, hanya 7,74 persen penduduk Kabupaten Kendal yang memiliki tingkat pendidikan setara dengan kelas 2 SMP. 

Terkait hal ini, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari akan menggandeng seluruh pihak untuk membantu anak-anak kurang mampu melanjutkan pendidikan.

"Data terakhir menunjukkan bahwa 7,74 persen penduduk Kabupaten Kendal memiliki pendidikan yang rata-rata setara dengan kelas 2 SMP."

"Penyebabnya adalah banyak anak-anak yang tinggal di pinggiran pedesaan putus sekolah karena secara ekonomi keluarganya kurang mampu," kata wanita yang akrab disapa Tika itu seusai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Kendal, Rabu (14/5/2025). 

Baca juga: Meski Dibuat dari Lumpur Sawah, Batik Karya Warga Kendal Dijual Fantastis Rp 2,5 Juta

Untuk meningkatkan IPM ini, Tika ingin melaksanakan program satu desa satu sarjana.

Selain itu, bakal menerapkan wajib belajar 13 tahun yang dicanangkan pemerintah pusat.

Informasinya, pada tahun ini akan ada tambahan dua sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dari pemerintah. 

"Nanti juga akan ada sekolah rakyat dan kami sudah menyiapkan lahannya untuk pembangunan sekolah tersebut," paparnya. 

Baca juga: Mahasiswa Protes Galian C di Kendal, Satu Perusahaan Tambang Dihentikan

Sementara itu, Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi menambahkan, pihaknya masih melakukan pendataan untuk meningkatkan indeks pembangunan masyarakat. 

Salah satu langkah yang diambil adalah menempatkan mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa-desa tertentu. 

"Ini adalah salah satu upaya," tutup Benny. (Kompas.com/Slamet Priyatin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "IPM Kendal Jadi Sorotan, Banyak Anak Putus Sekolah karena Faktor Ekonomi".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved