Selasa, 14 April 2026

Berita Kendal

TBC di Kendal Tembus 440 Kasus pada Awal Tahun, Jadi Catatan Serius

Meski tak sampai mewabah, Dinkesda tetap meminta warga menjaga pola kesehatan sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/Agus Salim Irsyadullah
SOSIALISASI HIDUP SEHAT - Anggota Komisi IX DPR RI, Muh. Haris seusai melakukan sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat untuk menghindari penularan kasus TBC Indonesia yang masih tinggi di Kangkung Kendal. 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Kendal mencatat angka penderita TBC di Kendal mencapai 440 kasus hingga sejak awal tahun 2026.
  • Jumlah itu, rupanya berjalan beriringan dengan angka stunting di Kendal yang mencapai 6.855 kasus di tahun yang sama.
  • Warga perlu meningkatkan kesadaran dalam melakukan pemeriksaan kesehatan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Kendal mencatat angka penderita TBC di Kendal mencapai 440 kasus hingga sejak awal tahun 2026.

Meski tak sampai mewabah, Dinkesda tetap meminta warga menjaga pola kesehatan sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

"Itu data terbaru kami sampai Maret tahun ini. Dan ini menjadi perhatian serius agar saling menjaga pola kesehatan, kami juga akan memasifkan cek kesehatan gratisnya," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Anita Dianawati ditemui seusai sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat, Sabtu (4/4/2026).

Anita lalu membanding data penderita TBC tahun 2025 yang mencapai 2.367 kasus.

Jumlah itu, rupanya berjalan beriringan dengan angka stunting di Kendal yang mencapai 6.855 kasus di tahun yang sama.

Menurutnya, warga perlu meningkatkan kesadaran dalam melakukan pemeriksaan kesehatan. 

Baca juga: Kebakaran Kandang Bikin Ribuan Ayam Mati Terpanggang di Mrebet Purbalingga, Kerugian Rp750 Juta

Sehingga deteksi dini bisa diketahui dan langsung bisa mendapatkan penanganan untuk mengurangi jumlah penderita. 

"TBC itu harus diobati sampai tuntas, kalau kelewatan sehari saja pengobatannya harus memulai dari awal lagi,"

"Untuk yang stunting, juga begitu. Ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita harus diperhatikan pola konsumsinya kan," tuturnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yuni Rahayuningtyas, mengatakan pihaknya terus melakukan pemeriksaan dini menyeluruh kepada warga. 

Setelah itu, pihaknya akan langsung melakukan penanganan awal kepada para penderita yang terdeteksi. 

"Nah dengan screening dari bawah ini nanti kita bisa mengetahui dan kita beri intervensi penanganannya seperti apa," sambungnya.

Sementara itu dalam skala internasional, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah penderita TBC terbesar kedua di dunia setelah India. Kondisi ini menjadi pun perhatian serius DPR RI.

Baca juga: Saling Tuding di DK PBB: Rusia-China Kecam Agresi AS-Israel, Washington Bela Blokade Hormuz

Anggota Komisi IX DPR RI, Muh. Haris mengatakan, faktor kesadaran dalam menerapkan pola hidup sehat merupakan komponen utama penyebab tingginya angka kasus TBC di Indonesia.

Dia pun mendesak pemerintah pusat hingga daerah untuk menggaungkan kampanye hidup sehat untuk menghambat laju penularannya.

"Ya tentu ini menjadi perhatian serius kami. Ini harus ada edukasi menyeluruh tidak hanya sosialisasi saja, tapi aksi nyata," tegasnya. (ags) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved