Berita Jateng
Rayuan Maut Guru Genit kepada Siswinya di Blora, Kini Terancam Sanksi
Tangkapan layar percakapan yang beredar luas itu memicu kekhawatiran terkait batas etika hubungan antara guru dan murid
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA – Kasus dugaan percakapan tidak pantas antara seorang guru terhadap siswi di Kabupaten Blora yang viral di media sosial menjadi perhatian publik.
Tangkapan layar percakapan yang beredar luas itu memicu kekhawatiran terkait batas etika hubungan antara guru dan murid, terutama dalam ruang digital.
Kasus tersebut melibatkan seorang oknum guru SMP Negeri di Kecamatan Randublatung. Dalam tangkap layar percakapan via WhatsApp, itu dilakukan sejak November 2025.
Dalam percakapan yang viral, guru tersebut disebut beberapa kali mengajak siswi bertemu secara pribadi tanpa memperbolehkan kehadiran teman.
Bahkan, guru kerap beberapa kali mengomentari story WhatsApp dari sang murid, dengan nada pujian, seperti 'cantiknya pooolll' dan 'kalau malam tidurnya jam berapa'.
Bahkan, oknum guru tersebut dalam sebuah percakapan tangkapan layar juga sempat mengajak siswi tersebut ke ruang OSIS berdua.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Blora, Achlif Nugroho Widi Utomo, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah dengan mengundang sejumlah instansi terkait guna mengklarifikasi persoalan tersebut.
"Komisi D berinisiatif menyikapi agar ada kepastian hukum. Kita mengundang Dinas Pendidikan, Dinas Sosial P3A, BKPSDM, serta pihak sekolah untuk klarifikasi,” katanya, saat ditemui usai rapat tertutup yang digelar di ruang rapat Komisi D DPRD Blora, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Dari Guyonan Jadi Tengkar, Pelajar Tewas Dianiaya Teman Sendiri di Sekolah Sragen
Lebih lanjut, menurutnya dari hasil rapat tertutup tadi, hasilnya yakni akan dilakukan pembentukan tim investigasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menelusuri dugaan pelanggaran, termasuk kemungkinan pelanggaran etik oleh oknum guru tersebut.
"Kalau nanti ditemukan pelanggaran etik, tentu akan ada tindak lanjut. Tim investigasi juga akan turun ke lokasi," jelasnya.
Achlif menegaskan, pihaknya ingin memastikan dunia pendidikan di Kabupaten Blora tetap berjalan kondusif serta memberikan rasa aman bagi siswa dan orang tua siswa.
Selain itu, Achlif juga menyoroti pentingnya menjaga kondisi psikologis siswa yang terlibat dalam kasus tersebut. Menurutnya, dampak viralnya kasus ini berpotensi memengaruhi mental korban.
"Kami khawatir ada dampak psikis pada siswa. Karena itu nanti akan ada pendampingan khusus dari psikolog atau psikiater melalui Dinas P3A," ujarnya.
Selain itu, Komisi D meminta agar hasil investigasi nantinya dilaporkan kembali sebagai bentuk pertanggungjawaban dan evaluasi bersama.
"Kami beri waktu seminggu tim investigasi yang dibentuk untuk bekerja, kemudian hasilnya agar dilaporkan ke kami," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/chat-guru-murid-blora.jpg)