Berita Jepara
Polisi Temukan Bercak Sperma Diduga Milik Predator Seksual Jepara di Kasur Kos-kosan di Langon
Polisi menemukan bercak sperma di kamar kos tempat predator seksual Jepara, S (21), mencabuli korban.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Polisi menemukan bercak sperma di kamar kos tempat predator seksual Jepara, S (21), mencabuli korban.
Hal ini diketahui saat anggota Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jateng mendatangi kos-kosan tempat S mencabuli korban, Sabtu (3/5/2024).
Kos-kosan tersebut berada di Desa Langon, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Polisi datang bersama S yang menunjukkan kamar yang disewa per jam dari penghuni kamar kos sebenarnya.
Dari lima kamar yang ada, polisi memeriksa kamar nomor 4 dari timur.
Kamar kos ini berukuran sekitar 2,5 mx2,5 m.
Kamar kos tersebut hanya berisi satu springbed dan satu kasur kapuk yang ditumpuk menjadi satu.
Baca juga: Predator Seksual Jepara Cabuli Korban Anak di Kos-kosan, Sewa Kamar Rp30 Ribu Per Jam
Selama hampir 30 menit, tim penyidik memeriksa kasur dan mengambil sampel dari.
Kasubbid Biologi Serologi pada Puslabfor Bareskrim Polri, Kompol Irfan Taufik menyampaikan, dari pemeriksaan, pihaknya menemukan molekul biologi yang diduga sebagai sperma tersangka.
Setelah mendapatkan temuan tersebut, pihaknya akan melakukan pengecekan di laboratorium untuk memastikan temuan itu.
"Kita menemukan yang diduga sebagai bercak sperma atom material biologi dari pelaku."
"Bercak sperma yang kita temukan tadi, nanti akan kita uji apakah cocok dengan pelaku," kata Kompol Irfan di lokasi.
Tak hanya itu, Tim Puslabfor Bareskrim Polri bersama Bidlabfor Polda Jateng juga menemukan material biologi lain.
Material tersebut nantinya juga akan diuji di laboratorium untuk dicocokkan dengan korban maupun pelaku.
"Dari barang bukti yang kita temukan, kalau memang di situ ada jejak atau material biologi dari pelaku dan korban, kita akan tahu, misalnya kita menemukan barang bukti bercak darah atau rambut nanti akan kita uji. Apakah cocok dengan korban A, B, atau C. Kalau cocok, berarti korban A benar (dicabuli) dilakukan di TKP ini," ujarnya.
Baca juga: Predator Seksual Jepara Tak Hanya Rekam dan Foto Korban, Sejumlah Anak Juga Disetubuhi
Menurutnya, dengan beberapa temuan ini bisa mempermudahkan pengungkapan kasus tersebut.
Nantinya, kasus tidak hanya dibuktikan dari hasil penyelidikan investigasi, tetapi juga terdapat bukti secara ilmiah.
Selain menggeladah kos-kosan di Desa Langon, tim juga mendatangi TKP lain yang berada di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan. (*)
| Restorasi Besar-besaran, Museum Kartini Jepara Bakal Disulap Jadi 'Digital Twin' dan Studi Perempuan |
|
|---|
| Tersangka Pelecehan Seksual di Jepara Jadi DPO, Mangkir dalam Dua Kali Panggilan Pemeriksaan |
|
|---|
| Buntut Dugaan Percabulan oleh Pengasuh Pondok, Ponpes di Tahunan Jepara Dilarang Terima Santri Baru |
|
|---|
| Akhir Pelarian Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Pati Ashari, 3 Hari Kabur ke Bogor Hingga Wonogiri |
|
|---|
| Pamit Main ke Rumah Teman, Bocah 6 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Kedung Bule Jepara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/polisi-temukan-bercak-sperma-di-kos-tempat-predaktor-seksual-jepara-cabuli-korban.jpg)