Senin, 8 Juni 2026

Berita Semarang

Fenomena Kos Bebas di Semarang Diduga Picu Lonjakan Kasus HIV, Pemilik Kos Perkuat Pengawasan

Fenomena kos bebas di Kota Semarang diduga berkontribusi menyumbang angka HIV. Meski kos bebas lebih diminati, ada pemilik kos yang bertahan.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rika irawati
Tribunbanyumas.com/Fajar Bahruddin Achmad
ILUSTRASI KOS BEBAS - Tempat kos bebas di Kota Tegal menjadi perhatian polisi karena diduga menjadi tempata transaksi prostitusi online. Di Kota Semarang, kos bebas diminati dan hal ini diduga menyumbang peningkatan kasus HIV. 

Ringkasan Berita:
  • Fenomena kos bebas di Kota Semarang diduga berkontribusi pada tingginya kasus HIV.
  • Dinas Kesehatan mencatat 240 kasus baru HIV di Semarang pada periode Januari-Mei 2026.
  • Pemilik kos Henry Pambuko menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap tamu dan penghuni.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Fenomenna kos bebas di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi perhatian masyarakat.

Kos bebas diduga turut berkontribusi menyumbang tingginya kasus HIV di Kota Lumpia tersebut. 

Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat, sepanjang Januari-Mei 2026, ada 240 kasus baru HIV.

Sebelumnya, sepanjang 2025, jumlah kasus HIV/AIDS di ibu kota Jawa Tengah itu mencapai 620 kasus, tertinggi di Jawa Tengah.

Meski begitu, Henry Pambuko, pemilik kos putri di kawasan Semarang Barat, bertahan dengan prinsipnya.

Baca juga: Gudang Kayu di Kawasan Industri Candi Semarang Terbakar, Api Diduga dari Ledakan Mesin Produksi

Dia tak tergoda membuka kos bebas hanya agar kamar kos yang tersedia penuh.

Henry pun menerapkan pengawasan terhadap penghuni dan tamu kos untuk menjaga lingkungan tetap kondusif.

Menurutnya, tamu yang datang hanya diperbolehkan berada di ruang tamu dan tidak diizinkan masuk ke kamar penghuni.

"Kalau tamu laki-laki, ya di ruang tamu. Masuk kamar tidak boleh. Aturan itu sudah lama diterapkan," ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Henry mengatakan, pengawasan tidak hanya dilakukan pengelola kos tetapi juga warga sekitar.

Apabila ada tamu yang berada di lingkungan kos hingga larut malam, biasanya, akan langsung mendapat teguran.

"Pernah ada yang sampai malam, dari warga itu nge-WA saya untuk mengingatkan."

"(Pasti ada yang mengingatkan) mau dari pihak kos yang menegur atau warga yang menegur," tuturnya.

Ia menuturkan, kehadiran kos bebas sempat memicu keresahan warga di lingkungannya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved