Berita Jateng
Dugaan Intimidasi Mahasiswa UIN Walisongo Saat Diskusi Oleh TNI, Kapendam Angkat Suara
diskusi adalah bagian dari demokrasi sehingga mempersilakan kampus untuk melakukan kegiatan tersebut dengan pembahasan bertema apapun.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
"Laporan itu muncul karena ada jaringan dengan kami. Bisa saja kejadian di lapangan lebih banyak sehingga kami saat ini masih melakukan intimidasi," bebernya.
Baca juga: Dilepas dengan Tangis Oleh Fans Korea, Megawati Bakal Tampil di Final Four PLN Mobile Proliga 2025
Cornelius mengatakan, laporan intimidasi yang diterima mahasiswa di berbagai kampus di Jawa Tengah mulai terjadi selepas disahkan RUU TNI.
"Sebelum RUU TNI disahkan dulu aktornya hanya polisi. Selepas RUU, aktornya bertambah dari tentara bahkan organisasi masyarakat (ormas)," jelasnya.
Cornel mengungkap, bentuk intimidasi juga bermacam-macam mulai dari persuasif dengan menanyakan kegiatan para mahasiswa. Namun, tentu hal itu juga cukup menganggu.
Bentuk lainnya berupa keluarga mahasiswa didatangi oleh aparat untuk dilakukan pengancaman.
Bahkan, ada mahasiswa yang diancam akan dilaporkan dan dibawa ke Polsek dan Polres setempat.
"Kami menemukan pula pola-pola lewat struktural kampus baik kampus swasta maupun negeri dengan cara aparat menekan pihak rektorat yang kemudian rektorat menekan mahasiswa," ucapnya.
Bentuk-bentuk tekanan ke rektorat, lanjut Cornelius, berupa membatasi ruang ekspresi salah satunya melalui konten media sosial. Kemudian kampus ditekan untuk memerintahkan mahasiswanya agar tak menggelar aksi massa. (Iwn)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.