Berita Jateng

Pabrik Alat Kesehatan dengan NIlai Investasi Rp 1,7 Triliun Dibangun di Batang, Serap 3500 Pekerja

PT Ace Medical Products Indonesia resmi memulai pembangunan pabrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropulis, Kawasan Industri Terpadu Batang

Penulis: dina indriani | Editor: khoirul muzaki
Dina Indriani
GROUNDBREAKING - PT Ace Medical Products Indonesia resmi memulai pembangunan pabrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropulis, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Selasa (15/4/2025).Nilai investasi PT Ace Medical di KIT Batang yakni Rp 1,7 Triliun dan Digadang Bakal menyerap 3.500 Tenaga Kerja. 


Ia menilai proyek ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, memperluas akses terhadap teknologi medis modern, serta menciptakan peluang kerja yang signifikan bagi tenaga kerja Indonesia.


Bupati Batang, M Faiz Kurniawan mengatakan untuk mendukung kawasan Industri di Batang akan mempermudah perizinan.


"Janji kami akan mempermudah perizinan dan mendukung segala kebutuhan tenant.


Kami juga berharap Batang dapat diberikan prioritas dalam penyediaan tenaga kerja lokal yang berkualitas, kami berharap, sebagai Clean Industrial City, Batang dapat menjadi kawasan industri yang bersih dan ramah lingkungan, yang pada gilirannya memberikan kelayakan hidup yang baik bagi serap penghuninya," ujarnya.


Hal senada disampaikan oleh Direktur Kelembagaan dan Humas KEK Industropolis Batang, M. Fakhrur Rozi, yang menyatakan bahwa hadirnya Allmed merupakan cerminan dari kepercayaan dunia terhadap potensi kawasan ini.


Ia menambahkan bahwa KEK Industropolis Batang tidak hanya menawarkan lokasi yang strategis, tetapi juga mengusung semangat inovasi, keberlanjutan, dan inklusivitas yang menjadi kunci masa depan industri Indonesia.


"Dengan dimulainya pembangunan PT Ace Medical Products Indonesia, KEK Industropolis Batang kembali menunjukkan perannya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjadi rumah bagi investasi bernilai strategis yang mendorong terciptanya industri masa depan yang berdaya saing tinggi, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi," pungkasnya.(din)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved