Rabu, 22 April 2026

Mudik Lebaran 2025

Mudik Gratis Kabarnya Ditiadakan, MTI Sebut akan Muncul Travel Gelap

Pemerintah dikabarkan tidak lagi menyediakan anggaran untuk program mudik gratis. Keputusan ini diambil demi efisiensi anggaran.

Penulis: budi susanto | Editor: mamdukh adi priyanto
Budi Susanto/TribunBanyumas.com
TURUN DARI BUS - Sejumlah penumpukan turun dari bus jurusan Jakarta - Surabaya yang berhenti di wilayah Pantura Jateng tepatnya di Kabupaten Pemalang, beberapa waktu lalu. Bus-bus tersebut tak terlalu banyak membawa penumpang di masa arus mudik. (TRIBUNJATENG/BUDI SUSANTO) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah dikabarkan tidak lagi menyediakan anggaran untuk program mudik gratis. Keputusan ini diambil demi efisiensi anggaran.

Dampak penghapusan ini aka dirasakan langsung oleh masyarakat kecil yang selama ini mengandalkan fasilitas mudik gratis untuk pulang kampung.

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, menilai bahwa Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi seharusnya tetap mengupayakan anggaran mudik gratis.

Baca juga: Catat Tanggalnya, Pemerintah Beri Diskon 14 Persen Tiket Pesawat Terbang saat Arus Mudik Lebaran

"Selain membantu masyarakat kurang mampu, program ini juga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan meningkatkan keselamatan di jalan," ujarnya dalam keterangannya yang diterima Tribun, Minggu (2/3/2025).

Hasil Survey Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2024 yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih memilih angkutan umum sebagai moda transportasi utama saat mudik. 

Data menunjukkan bahwa 39,32 juta orang atau 20,3 persen memilih kereta api antar kota, diikuti oleh 37,51 juta orang atau 19,37 persen yang memilih bus.

Sementara itu, jumlah pemudik yang menggunakan mobil pribadi dan sepeda motor mulai menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Adakan Mudik Gratis Lebaran 2025, Pemerintah Sediakan Kapasitas 100.000 Orang

Perubahan tren ini seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk terus mendukung penggunaan angkutan umum melalui program mudik gratis

Selain meringankan beban masyarakat, program ini juga bertujuan mengurangi risiko kecelakaan akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi di jalan raya.

Travel Gelap

Selani itu, ketiadaan program mudik gratis juga dikhawatirkan akan meningkatkan penggunaan travel gelap.

Seperti yang terjadi pada mudik 2024, kecelakaan tragis menimpa sebuah minibus travel gelap di Tol Cikampek KM 58, yang mengakibatkan 12 penumpang meninggal dunia. 

Dengan mahalnya tarif angkutan umum dan tidak adanya alternatif murah seperti mudik gratis, masyarakat kemungkinan besar akan beralih ke travel gelap yang menawarkan harga lebih murah namun tanpa jaminan keselamatan.

Selain itu, minimnya angkutan lanjutan di daerah tujuan mudik juga menjadi kendala tersendiri bagi para pemudik.

Pemerintah daerah diharapkan ikut berperan aktif dalam menyediakan transportasi lanjutan di terminal, stasiun kereta, dan pelabuhan, sehingga pemudik tidak kesulitan melanjutkan perjalanan ke kampung halaman mereka.

Sebagai alternatif, Djoko mengusulkan agar pendaftaran mudik gratis dilakukan melalui satu aplikasi terintegrasi guna menghindari kursi kosong akibat pemudik yang mendaftar di beberapa program sekaligus. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved