Minggu, 3 Mei 2026

Berita Jateng

Hongkong-Taiwan Jadi Favorit Pekerja Migran asal Jateng

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, sepanjang tahun 2024 tercatat 66.611 warga Jateng bekerja di luar negeri.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: mamdukh adi priyanto
tribun
PEKERJA MIGRAN - Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz mengikuti sesi fotografi usai menghadiri dialog di Studio Tribun Jateng beberapa waktu lalu. Dalam dialog ia juga menerangkan tentang regulasi untuk calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). (TRIBUNJATENG) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jateng terus meningkat.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, sepanjang tahun 2024 tercatat 66.611 warga Jateng bekerja di luar negeri. 

Angka ini naik sekitar 2.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 64.566 PMI.

Baca juga: 5 Pekerja Migran Indonesia Ditembak Petugas Patroli Malaysia, 1 Orang Tewas

Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz, mengatakan mayoritas PMI asal Jateng sebanyak 64.611 orang bekerja di kawasan Asia dan Afrika.

Sementara itu, 1.866 PMI bekerja di Eropa dan Timur Tengah, serta 134 orang di Amerika.

"Peningkatan ini menunjukkan bahwa minat warga Jateng untuk bekerja di luar negeri masih tinggi," ujar Aziz, Minggu (23/2/2025).

Aziz menjelaskan ada beberapa jalur resmi bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri, seperti skema Government to Business (G2B), Business to Government (B2G), Government to Government (G2G), serta jalur mandiri.

Baca juga: Isak Tangis di Pemakaman Pekerja Migran Asal Brebes yang Tenggelam di Korea Selatan

Namun, ia mengingatkan bahwa persiapan matang sangat diperlukan sebelum memutuskan untuk bekerja di luar negeri.

"Bekal keterampilan, baik hard skill maupun soft skill, mental yang kuat, daya tahan, dan penguasaan bahasa asing menjadi faktor kunci kesuksesan PMI," tambahnya.

Hongkong dan Taiwan Jadi Favorit

Hongkong dan Taiwan menjadi tujuan favorit bagi PMI asal Jateng, terutama di sektor pekerjaan rumah tangga. 

Faktor utama yang membuat kedua negara ini diminati adalah adanya jaminan hari libur pada Sabtu dan Minggu.

"Banyak yang memilih Hongkong dan Taiwan karena ada hari liburnya, selain itu sektor rumah tangga juga cukup diminati," jelas Aziz.

Di sisi lain, PMI yang bekerja di sektor industri lebih banyak memilih Jepang dan Korea Selatan. 

Baca juga: Insiden Tabrakan Kapal di Perairan Korea Selatan, 5 Pekerja Migran Asal Indonesia Hanyut

Aziz mengingatkan agar calon PMI berhati-hati dalam memilih agen penyalur tenaga kerja.

"Pastikan lembaga penyalur memiliki sertifikasi resmi dan job desk yang jelas."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved