Selasa, 14 April 2026

14 Pemain Seluncur Indah AS Tewas dalam Insiden Tabrakan American Airlines

Pesawat American Airlines bertabrakan dengan helikopter miloter Black Hawk UH-60 di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan.

Editor: Rustam Aji
TANGKAP LAYAR CBS NEWS
ILUSTRASI KECELAKAAN PESAWAT - Sebuah kecelakaan pesawat di Amerika Serikat. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WASHINGTON DC - Pesawat American Airlines bertabrakan dengan helikopter miloter Black Hawk UH-60 di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan, Kamis (30/1/2025).

Atas insiden tersebut, dunia olahraga seluncur indah Amerika Serikat berduka.

Pasalnya, tabrakan pesawat American Airlines dengan helikopter Black Hawk merenggut nyawa 14 pemain, termasuk beberapa atlet muda yang dijuluki "bintang masa depan". 

Kecelakaan pesawat komersial pertama di Washington DC sejak 2009 itu terjadi pada Rabu (29/1/2025) malam waktu setempat.

Baca juga: Kondisi Pesawat American Airlines setelah Tabrak Black Hawk: Pecah, Ditemukan di Kedalaman 8 Meter

Pesawat American Airlines bertabrakan dengan helikopter miloter Black Hawk UH-60 di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan.

Tidak ada korban selamat dalam insiden tersebut. Pesawat membawa 64 orang, sedangkan helikopter mengangkut tiga personel.

CEO dan Direktur Eksekutif The Skating Club of Boston, Doug Zeghibe, mengungkapkan duka mendalam atas kejadian ini. 

Enam korban berasal dari klub tersebut, termasuk dua pelatih, dua atlet remaja, serta dua ibu mereka.

"Olahraga ini, dan khususnya klub kami, mengalami kehilangan yang luar biasa dalam tragedi ini," ujar Zeghibe, dikutip dari ABC News.

"Komunitas skating adalah keluarga yang erat, di mana para orangtua dan anak-anak bertemu hampir setiap hari untuk berlatih dan bekerja sama. Kami benar-benar terpukul dan kehilangan kata-kata."

Baca juga: Pesawat Jatuh dan Meledak di Philadelphia AS, Terekam Kamera Muncul Bola Api Besar

Zeghibe menyebutkan dua atlet yang menjadi korban, yakni Jinna Ha dan Spencer Lane. Ibu mereka, Jin Han dan Christine Lane, juga berada dalam penerbangan nahas tersebut.

Sementara itu, dua pelatih yang menjadi korban adalah Evgenia Shishkova dan Vadim Naumov, yang merupakan juara dunia kategori pasangan pada 1994 dan bergabung dengan klub sejak 2017.

"Enam korban adalah jumlah yang mengerikan bagi kami, tetapi kami masih bersyukur jumlahnya tidak lebih dari itu," tambah Zeghibe.

"Dampaknya akan sangat panjang bagi komunitas skating kami."

Para atlet dan pelatih ini diketahui baru saja kembali dari kamp pelatihan yang digelar bersamaan dengan Kejuaraan Nasional AS di Wichita, Kansas.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved