Jumat, 10 April 2026

Iran Vs Israel dan Amerika

Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran, Ancam Perketat Kendali Selat Hormuz

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei klaim kemenangan atas AS-Israel dan umumkan rencana penguatan kendali strategis di Selat Hormuz

Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/TASNIM/MAHMOUD HOSSEINI via WIKIMEDIA
KLAIM MENANG - Sayyed Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, afat. 

Ringkasan Berita:
  • Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pesan tertulis di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
  • Ini menjadi pernyataan publik pertamanya sejak kesepakatan gencatan senjata pada Selasa (7/4/2026) dan menjadi yang kedua sejak perang di Iran pecah akibat serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari.
  • “Kami tidak mencari perang, tetapi kami tidak akan melepaskan hak-hak sah kami dalam keadaan apa pun,” katanya

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengumumkan rencana strategis untuk memperketat kendali atas Selat Hormuz tak lama setelah kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel tercapai. 

Jalur vital perdagangan energi dunia tersebut akan dikelola dengan "dimensi baru" sebagai bagian dari konsolidasi kekuatan pascaperang.

Pernyataan publik perdana Mojtaba sejak gencatan senjata Selasa (7/4/2026) ini menegaskan posisi Teheran yang tetap agresif meski baru saja keluar dari tekanan militer gabungan. Ia menyebut Iran akan meningkatkan level pengelolaan di titik kunci distribusi minyak global tersebut.

"Kami pasti akan memajukan pengelolaan Selat Hormuz ke tahap baru. Kami akan meningkatkan tingkat pengendalian ke dimensi yang lebih luas," tegas Khamenei dalam pidato tertulis yang disiarkan televisi, Kamis (9/4/2026).

Pesan ini disampaikan bertepatan dengan peringatan 40 hari kematian ayahnya, Ali Khamenei, yang wafat pada awal perang Februari lalu.

PETA Selat Hormuz.
PETA Selat Hormuz. (ISTIMEWA/Google Maps)

Klaim Raih Kemenangan

Meski sepakat melakukan gencatan senjata selama dua pekan, Mojtaba mengeklaim bahwa rakyat Iran telah berhasil meraih kemenangan telak melawan agresi Amerika Serikat dan Israel.

Terkait kerusakan yang dialami Iran akibat serangan udara, ia memastikan akan menuntut pertanggungjawaban penuh dan kompensasi dari pihak agresor. "Kami akan meminta pertanggungjawaban hingga akhir dan menuntut harga dari darah para martir," tambahnya.

Baca juga: Gencatan Senjata AS-Iran Tak Jamin Selat Hormuz Langsung Pulih, 187 Kapal Minyak Masih Terjebak

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengklarifikasi bahwa langkah diplomasi ini bukanlah tanda menyerah. Pezeshkian menegaskan bahwa keputusan menerima gencatan senjata merupakan pilihan taktis untuk mengonsolidasikan kemenangan di bawah arahan pemimpin tertinggi.

Khamenei juga memberikan peringatan kepada negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah untuk "berdiri di sisi yang benar dalam sejarah."

Ia mendesak respons yang sesuai dengan prinsip persaudaraan, sembari meminta rakyat Iran tetap aktif di ruang publik guna memperkuat posisi tawar Teheran dalam meja negosiasi damai yang akan datang.

Hingga saat ini, stabilitas di Selat Hormuz terus menjadi sorotan dunia mengingat hampir seperlima dari konsumsi minyak bumi global melintasi jalur tersebut setiap harinya.

Peningkatan kendali oleh Iran diprediksi akan kembali memicu ketegangan di pasar energi internasional.

Trump Kecam Penerapan Tarif

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan Iran agar tidak mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved