Minggu, 26 April 2026

Berita Internasional

Gagal Bermanuver, Dua Pesawat Era Perang Dunia II Tabrakan saat Atraksi di Dallas AS

Dua pesawat kuno bertabrakan saat melakukan atraksi Dallas Airshow di Kota Dallas, Texas, Amerika Serikat (AS), Sabtu (12/11/2022) waktu setempat.

Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS/AP/Nathaniel Ross Photography
Bola api berasap mengepul setelah dua pesawat kuno era Perang Dunia II bertabrakan dalam atraksi Dallas Airshow yang digelar di Kota Dallas, Texas, Amerika Serikat (AS), Sabtu (12/11/2022) waktu setempat. Dua pesawat yang bertabrakan itu jenis Boeing B-17 Flying Fortress dan Bell P-63 Kingcobra. Belum diketahui berapa jumlah korban dalam insiden ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEXAS – Dua pesawat kuno bertabrakan saat melakukan atraksi Dallas Airshow di Kota Dallas, Texas, Amerika Serikat (AS), Sabtu (12/11/2022) waktu setempat.

Dua pesawat tersebut merupakan peninggalan Perang Dunia II jenis Boeing B-17 Flying Fortress dan Bell P-63 Kingcobra.

Berdasarkan keterangan administrasi penerbangan federal (FAA), tabrakan kedua pesawat itu terjadi sekitar pukul 13.20 waktu setempat, setelah keduanya melakukan manuver secara tidak seimbang.

Dallas Airshow adalah acara peringatan perang dunia kedua yang dilakukan di atas udara Bandara Eksekutif Dallas.

Baca juga: Pesawat Korean Air Tergelincir saat Mendarat di Cebu Filipina, Begini Nasib 173 Penumpang dan Kru

Baca juga: Pesawat Didesain Tanpa Kursi Lontar, Nasib Pilot dan Co-Pilot Bonanza G-36 yang Jatuh Masih Misteri

Ini terlihat dari cuplikan video yang ramai diposting di media sosial, dimana dalam rekaman tersebut nampak pesawat tempur Bell P-63 Kingcobra terbang ke arah pembom Boeing B-17.

Dengan cepat, kedua pesawat langsung jatuh ke tanah dan memicu bola api dan asap besar hingga lebih dari 40 unit penyelamat kebakaran dikerahkan di tempat kejadian pascainsiden tabrakan.

"Manuver yang mereka (pesawat) lalui sama sekali tidak dinamis. Itu yang kami sebut 'Bombers on Parade'," ujar Presiden dan CEO Commemorative Air Force (CAF) Hank Coates.

Belum diketahui apa penyebab utama terjadinya kecelakaan ini namun Coates mengatakan, sementara ini, FAA masih melakukan penyelidikan sambil menunggu kedatangan Penyelidik Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, yang diperkirakan tiba di Dallas pada Minggu (13/11/2022) waktu setempat.

Wali Kota Dallas Eric Johnson menambahkan, jumlah korban dalam kecelakaan ini masih dalam tahap identifikasi sehingga pihaknya belum bisa mengonfirmasi laporan terkait berapa banyak orang yang luka hingga korban meninggal akibat insiden tersebut.

Baca juga: 5 Harta Karun Perang Dunia II Paling Legendaris, Termasuk Kereta Emas Nazi, Penemunya Bakal Kaya

Baca juga: Jika Perang Dunia III Benar-benar Terjadi, Inilah Sekutu Iran dan Sekutu Amerika Serikat

Namun, melansir dari Al Jazeera, kedua pesawat ini diawaki oleh anggota Asosiasi Pilot Sekutu (APA) yang memiliki rekam jejak pelatihan yang ketat.

Umumnya, pesawat B-17 memiliki awak yang terdiri dari 4 sampai 5 orang. Sementara, P-63 dioperasikan oleh satu pilot.

"Pesawat itu adalah pesawat yang hebat, mereka aman. Mereka sangat terawat. Pilotnya sangat terlatih. Jadi, sulit bagi saya untuk membicarakannya karena saya mengenal semua orang ini, ini adalah keluarga, dan mereka adalah teman baik," ujar Coates.

Imbas dari kecelakaan tersebut, kini, acara manuver yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu terpaksa dibatalkan.

Tak hanya itu, jalan tol 67 serta akses Bandara eksekutif pun ditutup selama penyelidikan berlangsung.

Kecelakaan seperti ini bukanlah kali pertama yang dialami pesawat militer yang lebih tua.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved