Berita Rembang
Dampak Kekeringan, Warga Pranti Lor Rembang Harus Berebut Air Bersih Bantuan: Siapa Cepat, Dia Dapat
Kekeringan berakibat kekurangan air bersih masih dialami warga Desa Pranti Lor, Rembang. Setiap hari mereka harus berebut air bersih bantuan.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, REMBANG - Warga Desa Pranti Lor, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), masih merasakan dampak kekeringan meski sebagian wilayah mulai turun hujan.
Bantuan air bersih sebanyak 5000 liter yang disalurkan, Rabu (30/10/2024), pun ludes dalam hitungan menit.
Sebelum bantuan air datang, terlihat galon, jerigen, dan ember kosong ditata warga di teras rumah mereka.
Warga akan langsung membawa barang-barang itu begitu mendengar akan ada penyaluran air bersih.
Selain itu, ada beberapa titik tempat penampungan air sederhana yang dibuat dari terpal dikelilingi bambu atau kayu.
Ketika truk tangki datang, air bersih langsung digerojok ke kolam-kolam itu.
Warga yang telah menunggu langsung menciduk dan memenuhi galon serta jeriken yang dibawa.
Siapa cepat, dia dapat. Itu yang sering terlontar dari warga untuk mendapatkan suplai air bersih.
Baca juga: Bukan Calon Bupati! Pensiunan PNS di Rembang Rogoh Kocek Pribadi Salurkan Air Bersih Bantu Warga
Seperti halnya Eva, yang datang membawa puluhan galon, jeriken, serta lima ember.
Lantaran kalah cepat, dia tak kebagian air bersih.
Eva pun sempat mengomel karena tak kebagian pasokan air.
"Saya antre air di sini, saya bawa 20 galon, lima jeriken, dan lima ember. Ini belum pada isi semua, termasuk ember-embernya," katanya, Rabu.
Berharap Dermawan
Eva mengatakan, ketika tak kebagian pasokan air bersih, dia harus sabar menunggu dropping air bersih dari para dermawan.
Ketika hal itu tidak terjadi, dia harus merogoh kocek pribadi untuk membeli air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kalau tidak kebagian pasokan air, ya nunggu sampai ada orang yang mau dropping," katanya.

Menurut Eva, hingga penghujung Oktober ini, sumber-sumber air bersih di desa tersebut masih kering dampak kemarau panjang.
Eva mengatakan, kesulitan air bersih ini sudah dirasa sejak tiga bulan lalu.
Baca juga: Ruang Kelas SDN 1 Pamotan Rembang Ambrol setelah Diguyur Hujan Deras, Sekolah Berharap Perbaikan
Sementara, Nugroho, donatur air bersih di Kecamatan Sulang mengatakan, pihaknya menyalurkan lima tangki air bersih di wilayah tersebut.
"Sekarang baru satu, sehari ada lima truk, ya sekitar segitu. Ya begini ini, kondisinya kalau dropping langsung habis cuman hitungan menit saja," ujarnya.
Menurut Nugroho, warga akan berbondong-bondong ke bak penampungan air begitu mendengar kabar datangnya bantuan air bersih.
"Truk tangki datang, air langsung habis dalam waktu lima menit. Air-air itu dipakai untuk keseharian mereka, seperti nyuci, mandi, buang air kecil dan besar bahkan untuk masak juga," jelasnya.
Informasi yang didapat, kekeringan di Rembang melanda 14 kecamatan dengan total 67 desa kekurangan air bersih. (*)
Warga Katolik Rembang Wakafkan Tanah untuk Pembangunan Musala, Berharap Niatnya Bermanfaat |
![]() |
---|
Kabur di Tengah Resepsi Pernikahan, Pengantin Rembang Masih Pakai Suntiang Ikuti Ujian CPNS Kemenag |
![]() |
---|
Viral, Polisi di Rembang Ditendang saat Bubarkan Tawuran. Bentrok Terjadi saat Acara Sedekah Laut |
![]() |
---|
Jangan Lakukan Fogging Terlalu Sering! Ini Cara Efektif Berantas Nyamuk DBD Menurut Dinkes Rembang |
![]() |
---|
Kasus DBD di Rembang Tembus 325 Orang, 9 Pasien Meninggal |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.