Misteriusnya Kapal Mary Celeste yang Berlayar Tanpa Awak dan Misteri Hilangnya Kapten Briggs

Peristiwa paling misterius terjadi saat kapal Mary Celeste ditemukan di tengah laut dengan pasokan lengkap tapi tanpa satu orang pun di dalamnya

|
Editor: Rustam Aji
WIKIMEDIA COMMONS via kompas.com
Penggambaran kapal Mary Celeste dari buku 300 Years of British Gibraltar 1704-2004 yang diterbitkan Peter Bond (2003). 

Di sana, pengadilan angkatan laut Inggris mengadakan sidang untuk menentukan apakah awak kapal Dei Gratia sebagai penyelamat berhak atas pembayaran asuransi milik Mary Celeste.

Jaksa agung yang bertanggung jawab atas sidang tersebut, Frederick Solly-Flood curiga ada kerusakan di kapal dan melakukan penyelidikan.

Setelah lebih dari tiga bulan diperiksa, pengadilan tidak menemukan bukti tindak kejahatan. Akhirnya, para penyelamat menerima pembayaran meski hanya seperenam dari 46.000 dollar AS (setara Rp 709.522.400 saat ini) uang asuransi Mary Celeste.

Ini menunjukkan pihak berwenang tidak sepenuhnya yakin awak kapal Dei Gratia tidak bersalah.

Mary Celeste lalu berganti pemilik dan tetap beroperasi. Pemilik terakhirnya, Kapten GC Parker sengaja menabrakkan kapal ke terumbu karang dekat Haiti untuk menipu perusahaan asuransi pada 1885.

Kapal tersebut gagal tenggelam sehingga pihak berwenang menemukan rencananya. Namun, Mary Celeste rusak parah dan ditinggalkan menjadi terumbu karang di sana. 

Dugaan hilangnya Kapten Briggs Ahli oseanografer fisik di Woods Hole Oceanographic Institution di Massachusetts, Phil Richardson yang terlibat dalam penyelidikan kapal Mary Celeste mengungkapkan, kapal itu tidak rusak saat ditinggalkan di tengah perairan.

"Kapal itu tidak kebanjiran atau rusak parah. Awak kapal yang menemukannya (kemudian) mengarunginya, jadi kondisinya sangat baik," tutur dia.

Saat mewawancarai keturunan Kapten Briggs pemilik Mary Celeste, Arthur Briggs memaparkan bahwa ia mengetahui kapten sangat berpengalaman dan dihormati.

Ia menilai, tindakan Briggs pasti rasional.

Pembuat dokumenter kapal itu, Anne MacGregor lalu melakukan analisis kondisi yang dialami Mary Celeste saat berlayar bersama awak kapalnya yang hilang.

Kesimpulannya, kapal itu terombang-ambing di laut karena hanyut tanpa kru yang mengendalikan. "Kami menemukan bahwa kapal itu pada dasarnya berlayar sendiri," kata Richardson.

Mereka menduga kapten memerintahkan kapal itu ditinggal begitu saja sesuai catatan terakhir keberadaannya.

Sebelum ditinggalkan, Kapten Briggs diyakini mengubah haluan menuju utara Pulau Santa Maria untuk mencari tempat berlindung sebelum mencapai Azores.

Mary Celeste disebut baru selesai mengangkut batu bara dan mengalami perbaikan besar sebelum dipakai berlayar.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved