Minggu, 10 Mei 2026

Berita Kesehatan

Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air: Cek Kelenjar Getah Bening!

ering dianggap sama oleh sebagian orang, berikut perbedaan cacar monyet dan cacar air menurut dokter RS JIH Solo.

Tayang:
Editor: rika irawati
medical express
Ilustrasi Monkeypox. Sering dianggap sama oleh sebagian orang, berikut perbedaan cacar monyet dan cacar air menurut dokter RS JIH Solo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Kasus cacar monyet atau Monkeypox (Mpox) tengah menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Kendati kasus baru belum ditemukan lagi di Indonesia namun satu kasus di Brebes, Jawa Tengah (Jateng), sempat bikin geger.

Seorang pria dikabarkan mengalami Mpox setelah muncul bintik-bintik di kepala.

Namun, dari hasil pemeriksaan, pria tersebut ternyata mengalami cacar air.

Gejala serupa yang muncul pada kasus cacar monyet dan cacar air ini membuat kedua penyakit ini sering dianggap sama oleh sebagian masyarakat.

Lantas, apa sebenarnya Cacar monyet dan Cacar air, serta perbedaannya?

Virus, Gejala, dan Fase

Dokter spesialis Dermatologi Venereologi Estetika, Subspesialis Dermatologi Alergi Imunologi, Rumah Sakit JIH Kota Surakarta, Triasari Oktavriana M.Sc., Sp. DVE., Subsp. DAI mengatakan, kedua penyakit ini disebabkan oleh virus berbeda.

"Cacar monyet atau saat ini dikenal dengan istilah Mpox, penyakit ini disebabkan oleh virus Monkeypox, yang termasuk dalam keluarga Orthopoxvirus, termasuk zoonosis sebelum akhirnya terjadi penularan manusia ke manusia."

"Virus ini lebih jarang terjadi dibandingkan dengan cacar air tapi tetap harus waspada" kata Dokter Sari. 

"Kemudian, Cacar air atau varicella, disebabkan oleh virus Varicella-Zoster yang termasuk dalam keluarga Herpesviridae."

"Ini adalah penyakit yang lebih umum terjadi, terutama pada anak-anak," imbuhnya, Jumat (30/8/2024).

Baca juga: Sempat Bikin Geger, Pria Warga Brebes Suspek Mpox Ternyata Kena Cacar Air

Sari menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam upaya membedakan cacar air dan cacar monyet
 
Di antaranya, soal inkubasi.

Sari mengatakan, Mpox memiliki masa inkubasi atau masa dimana seseorang mulai terinfeksi hingga muncul gejala, selama 6 hingga 21 hari.

Fase Mpox, katanya, memiliki dua fase, yaitu fase prodromal atau fase invasi dan fase erupsi.

Fase prodromal dapat berlangsung hingga 5 hari, ditandai dengan gejala:

  • Demam tinggi hingga 38 derajat celsius, 
  • Sakit kepala hebat, 
  • Badan terasa lemas, 
  • Nyeri punggung dan otot yang disertai pembesaran kelenjar getah bening (area leher, ketiak dan juga lipat paha atau selangkangan).
Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved