Berita Jepara
Duh, 4 dari 36 Anak di Jepara Mengalami Gangguan Pendengaran. Apa Penyebabnya?
Dinkes Jepara menemukan hampir 10 persen anak di bawah usia 16 tahun mengalami gangguan pendengaran.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), menemukan hampir 10 persen anak di bawah usia 16 tahun mengalami gangguan pendengaran.
Hal ini diketahui dari hasil pengecekan kesehatan telinga dan mata kepada siswa SD di Jepara.
Kepala Dinkes Jepara Mudrikatun mengatakan, pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan mata dan telinga siswa sehingga diketahui penanganan agar proses pembelajaran bisa dilaksanakan optimal.
Menurutnya, kesehatan indera pendengaran dan pengelihatan sangat penting dalam meningkatkan kualitas serta produktivitas daya manusia.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan Dinkes Jepara kepada 36 anak, ditemukan sekiranya 10 persen atau empat anak mengalami permasalahan penglihatan.
"Data WHO menunjukkan bahwa sekitar 466 juta atau 6,1 persen orang dari seluruh dunia mengalami gangguan pendengaran. Di dalamnya terdiri dari 432 juta atau 93 persen penduduk dewasa dan 34 juta atau 7 persen anak-anak. Ini yang perlu kita waspadai," kata Mudrikatun, Rabu (14/8/2024).
Baca juga: Berusia 124 Tahun, Tarpani Bakal Jadi Pemilih Tertua di Jepara Pada Pilkada 2024
Mengacu dari data WHO, diperkirakan, pada tahun 2050, penderita gangguan pendengaran akan mencapai 900 juta orang.
Dia menjelaskan, 60 gangguan pendengaraan pada anak di bawah usia 16 tahun dipicu aktivitas atau penyakit yang dapat dicegah.
Semisal akibat infeksi gondok, campak, rubela, meningitis, infeksi sitomegalovirus, dan otitis media kronis.
"Selebihnya, bisa dari komplikasi pada saat kelahiran, semisal kelahiran asfiksia, berat badan lahir rendah, prematur, dan penyakit kuning, serta penggunaan obat-obatan ototoxic pada ibu hamil dan bayi," jelasnya.
Baca juga: Wiwit Sodorkan Nama Gus Hajar sebagai Pasangan di Pilkada Jepara, Nasdem Tunggu Restu PPP
Selain masalah pendengaran atau telinga, jumlah penderita gangguan mata juga cukup tinggi.
Bagi dia, masalah kesehatan ini perlu ditangani secara serius melalui program deteksi gangguan pada pendengaran dan penglihatan yang menyasar siswa SD di Jepara.
"Kami lakukan pemeriksaan telinga. Tahap ini, sasarannya 73 anak, ada 38 anak yang serumen," katanya. (*)
Baca juga: Dapat Bonus Rp6 Miliar, Rizki Juniansyah Pastikan Atlet Angkat Besi di Banten Bakal Ikut Rasakan
Baca juga: Tergiur Cuan Hingga Rp3 Juta Per Unit, Warga Kudus Jalankan Bisnis Motor Bodong Tarikan Leasing
| Pamit Main ke Rumah Teman, Bocah 6 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Kedung Bule Jepara |
|
|---|
| Solusi Cerdas Sawah Pesisir: Padi Biosalin di Jepara Mampu Hasilkan 7 Ton Meski Dihantam Rob |
|
|---|
| Lautan Manusia Padati Alun-alun Jepara, Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Pengajian Gus Iqdam |
|
|---|
| Gebrakan Kota Ukir: Pameran TATAH 2026 Siap Boyong Mahakarya Jepara ke Panggung Nasional |
|
|---|
| Pelaku Tewas, Polisi Hentikan Proses Hukum Kasus Pembakaran Mantan Istri dan Mertua di Jepara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/dinkes-jepara-mengecek-kesehatan-mata-dan-telinga-siswa-sdn-4-mindahan-rabu-1482024.jpg)