Berita Pati
Keracunan Makanan Ratusan Karyawan Pabrik di Pati Bukan Dipicu Bakteri, Begini Kata Dinkes Jateng
Keracunan massal yang dialami ratusan karyawan pabrik garmen dan sepatu di Pati dipastikan bukan karena bakteri.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Keracunan massal yang dialami ratusan karyawan pabrik garmen dan sepatu di Pati dipastikan bukan karena bakteri.
Hal ini diketahui setelah hasil pengecekan sampel di laboratorium keluar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Irma Makiah, mengatakan, ada kemungkinkan, penyebab keracunan adalah kontaminasi zat lain pada makanan yang dikonsumsi para karyawan pabrik tersebut.
"Hasil lab-nya sudah keluar dan sudah kami serahkan ke DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten-red.) Pati."
"Hasil lab dari sampel makanan yang diambil, sementara ini penyebabnya nonbakteriologis. Namun, saya tidak bisa berasumsi dulu mengenai penyebab pastinya," kata dia.
Irma menambahkan, pihaknya akan mencocokan hasil lab dengan gejala para korban.
"Kami nanti menyocokkan hasil lab dengan gejalanya dulu. Karena gejalanya kemarin kan reaksinya cepat, kurang dari satu jam sudah mual dan muntah. Jadi, kami masih perlu koordinasi lanjutan dengan DKK Pati untuk menyimpulkan penyebab pastinya," jelas Irma.
Baca juga: Bertambah, 305 Karyawan Jadi Korban Keracunan di Pabrik Garmen dan Sepatu Pati
Menurut dia, secara teori ilmiah, keracunan oleh bakteri baru akan bereaksi setelah jeda waktu yang relatif lama.
"Misalnya, kita makan makanan basi. Responsnya nunggu, misalnya satu jam baru mual, mulas, muntah, dan diare."
"Tapi, kemarin ini kan respon agak cepat. Jadi, kemungkinan, ada kontaminasi zat lain."
"Teorinya seperti itu. Tapi belum pasti, masih harus diselidiki. Tidak boleh berasumsi," tegas Irma.
Yang jelas, lanjut Irma, dari sampel makanan dan muntahan yang dikirimkan DKK Pati, pihaknya sudah melakukan pengecekan beberapa jenis bakteri yang mungkin jadi penyebab keracunan makanan.
Hasilnya, negatif. Sehingga, kemungkinan besar penyebabnya nonbakteriologis.
"Tapi, itu kan baru berdasarkan sampel makanan yang dikirim. Namun, bisa jadi makanan yang dikonsumsi (karyawan pabrik) tidak hanya dari situ."
"Mungkin ada yang lain yang dikonsumsi, kan kami belum tahu. Karena kami juga belum melakukan pengecekan langsung ke Pati," tutur dia.
Baca juga: Lagi, Belasan Motor Diduga Bodong Ditemukan di Pati. Diangkut Truk, Ditutup Kasur dan Lemari Plastik
Seru, Nobar Berita Pemeriksaan Bupati Pati Sudewo Oleh KPK di Posko AMPB Ditemani Camilan Kacang |
![]() |
---|
Peluang MA Kabulkan Permohonan Pemakzulan Bupati Pati Besar, 2 Hal Ini Jadi Kesalahan Fatal Sudewo |
![]() |
---|
Jalan Kaki 1,1 Km, Warga Pati Kirim Surat ke KPK Desak Penangkapan Bupati Sudewo |
![]() |
---|
Aksi Kirim Surat Warga Pati ke KPK Dikawal Ribuan Personel Gabungan, Polisi Siapkan Negosiator |
![]() |
---|
Spanduk "'Rakyat Pati Menolak Dipimpim Koruptor" Warnai Aksi Kirim Surat Kepada KPK |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.