Berita Kudus

Rogoh Kocek Pribadi, Pedagang Pasar Babe Kudus Pilih Dirikan Lapak Semipermanen Pascakebakaran

Pedagang Pasar Babe Kudus mendirikan lapak semipermanen untuk berjualan lantaran tak ingin terlalu lama menganggur setelah kebakaran pasar.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/REZANDA AKBAR
Pedagang Pasar Babe (Barang Bekas) Kudus mendirikan rangka lapak semi permanen di barat pasar yang terbakar, Jumat (21/6/2024). Mereka mengaku merogoh kocek pribadi untuk pembangunan lapak-lapak tersebut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pedagang Pasar Barang Bekas (Babe) Kudus akhirnya membangun lapak semi permanen menggunakan uang pribadi setelah tak ada kepastian penyediaan tempat dari pemerintah, pascakebakaran yang melanda.

Bangunan semi permanen itu mereka dirikan di sebelah barat Pasar Babe yang terbakar.

Jumat (21/6/2024), sejumlah pedagang terlihat memasang rangka kayu lapak. Mereka menyepakati ukuran 2x2 meter.

Bahkan, ada juga pedagang yang sudah berjualan di lokasi tersebut.

Mereka tak ingin terlalu lama libur berjualan setelah kebakaran yang terjadi awal bulan lalu.

Ketua Paguyuban Pasar Babe, Hariyanto menyampaikan, sejumlah pedagang sudah mulai berjualan sejak tiga hari yang lalu.

Menurutnya, tak sedikit pedagang yang harus meminjam uang untuk membangun lapak lapak itu.

Baca juga: Asa Pedagang Barang Bekas Pasar Barito Kudus: Kais Sisa Kebakaran yang Bisa Dirongsokan untuk Modal

Tak ada anggaran dari pemerintah, termasuk kucuran dari dana tak terduga (TT).

"Informasi yang kami dapatkan, dana TT tidak boleh digunakan untuk mendirikan bangunan nonpermanen," katanya, Jumat.

Menurut Hariyanto, saat ini, ada 40-an pedagang yang mendirikan bedeng dari total keseluruhan 276 pedagang yang ada.

Dia memperkirakan, biaya pembuatan bangunan semi permanen itu berkisar Rp1 jutaan per pedagang.

"Saat ini, area pasar yang terbakar belum bisa digunakan. Bangunan tersebut kan merupakan aset milik Pemkab Kudus. Sehingga harus dihapus aset dulu, lelang dulu, kemudian dibangun."

"Terlalu lama kalau kami menunggu sehingga pedagang bikin bedeng sendiri untuk sementara," terangnya.

Baca juga: Sepekan Libur Jualan akibat Kebakaran, Pedagang Pasar Babe Kudus Minta Pemkab Sediakan Lapak Darurat

Pedagang Pasar Babe, Karsini menyampaikan, dirinya sudah mulai berjualan sejak Kamis (20/6/2024).

Bedeng yang dibuatnya berukuran 4x2 meter.

"Saya buat bedeng sendiri menghabiskan Rp3 juta. Untuk pembelinya, sudah mulai ada," kata dia. (*)

Baca juga: Sebelum Tragedi Sukolilo, Pengusaha Rental Yogyakarta Ternyata Sudah Blacklist Penyewa Ber-KTP Pati

Baca juga: Polri Siap Pecat Anggota Terlibat Judi Online, Pemain Pun Bisa Kena PTDH

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved