Berita Kudus

Terungkap Penyebab Ratusan Warga Kudus Keracunan: Makanan yang Dikonsumsi Mengadung Bakteri Ecoli

Dinkes Kudus mengungkap penyebab keracunan yang dialami ratusan warga Jekulo Kudus, makanan yang dikonsumsi mengandung bakteri E coli.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/REZANDA AKBAR
Warga Desa Bulungkulon, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, terlihat lemas dan terbaring di Puskesmas Jekulo, Selasa (14/5/2024), diduga mengalami keracunan makanan tahlil. Hasil uji sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi warga saat acara tahlilan terungkap, banyak bakteri E coli dalam makanan tersebut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kudus menyatakan, makanan yang diduga memicu keracunan ratusan warga Desa Bulungkulon, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu, mengandung bakteri E coli.

Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan sampel makanan dan minuman yang dibawa ke laboratorium.

"Dari sampel makanan dan minuman itu ditemukan bakteri, didominasi bakteri E coli."

"Selain itu, ada Klebsiella dan lainnya. Tapi, itu hanya ada pada makanan tertentu. Yang paling banyak memang E coli," kata Kepala Dinkes Kudus dr Andini Aridewi saat dihubungi, Senin (27/5/2024).

Andini menjelaskan, bakteri E coli dapat memicu infeksi pada usus saluran pencernaan, saluran kemih, dan bagian lain dari tubuh.

Baca juga: Korban Diduga Keracunan Makanan Tahlil di Kudus Mencapai 105 Orang, Dinkes Tunggu Hasil Lab

Namun, beberapa dapat membuat tubuh merasakan sakit dengan diare, muntah-muntah, dan demam.

"Intinya, penyebabnya ada pada kebersihan lingkungan dan pengelolaan makanan."

"Untuk itu, dalam mengolah makanan, perlu diperhatikan kebersihan dan standar kesehatan termasuk sumber air," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga Desa Bulungkulon, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengalami gejala kecaunan makanan, mulai Selasa (14/5/2024) dini hari.

Baca juga: Cerita Kuli Angkut asal Kudus Naik Haji, Sehari Nabung Rp5 Ribu

Mereka diduga keracunan makanan tahlil yang disantap dalam acara warga, Senin (13/5/2024) malam.

Data terakhir, warga yang menunjukkan gejala keracunan mencapai 113 orang.

Mayoritas warga mengeluhkan sakit pada bagian pencernaan, pusing, dan demam.

Sebanyak 67 warga bahkan sempat menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit. (*)

Baca juga: 2 Residivis di Batang Produksi Uang Palsu. Dibelanjakan Beli Rokok, Bensin Eceran, hingga Buah

Baca juga: Gibran Diundang Diskusi, Spanduk Anak Haram Konstitusi Dilarang Masuk Terpasang di UIN Walisongo

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved