Minggu, 3 Mei 2026

Berita Jepara

Soal Larangan Study Tour, Disdikpora Jepara: Hanya Berlaku untuk SMA dan SMK Negeri

Disdikpora Jepara menegaskan larangan study tour dan wisata bagi sekolah berlaku di tingkat SMA dan SMK negeri.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/TITO ISNA UTAMA
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara,Ali Hidayat saat ditemui, beberapa waktu lalu. Ali menegaskan, larangan study tour di Jepara hanya berlaku untuk SMA dan SMK negeri. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara menegaskan larangan study tour dan wisata bagi sekolah berlaku di tingkat SMA dan SMK negeri.

Bagi sekolah lain yang ingin dan telah merencakana study tour, mereka meminta meningkatkan pengawasan.

Diketahui bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 421.7/00371/SEK/III/2024 yang melarang SMA dan SMK negeri di Jateng mengadakan study tour.

Larangan ini imbas kecelakaan maut yang menimpa bus rombongan wisata SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, yang menewaskan 11 orang.

"Bagi sekolah yang sudah terlanjur memesan, merencanakan (study tour), harus diperhatikan standar keamanannya," ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, Minggu (19/5/2024).

Baca juga: Disdikbud Jateng Larang Study Tour: Berisiko dan Membebani Siswa

Ali meminta pihak sekolah memastikan kejelasan biro wisata, keamanan bus, sopir yang profesional, hingga kapasitas yang digunakan harus sesuai standar.

"Biro harus berizin resmi, busnya keluaran terbaru, rekam jejak sopir bagus, dan keamanan lain supaya siswa bisa berangkat dan pulang dengan selamat," ucapnya.

Ali juga meminta pihak sekolah di bawah naungan Disdikpora Jepara, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP, melaporkan pelaksanaan kegiatan pariwisata dan study tour yang diadakan ke dinas.

"Kalau ada pemberitahuan, kami bisa ikut memantau dan mengotrol jika terjadi sesuatu," jelasnya.

Sementara, bagi sekolah yang belum merencanakan kegiatan study tour, Ali mengimbau tidak perlu melaksanakan. 

Hal ini sebagai bentuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Saya mewanti-wanti, mengimbau, pelaksanaan study tour dan pariwisata di akhir tahun agar lebih diawasi," pesannya. 

Baca juga: Kuatnya Magnet Gerindra di Jepara, 2 Hari Buka Pendaftaran Pilkada, 8 Bakal Calon Langsung Daftar

Sementara, Kepala SMK Walisongo Pecangaan Irbab Aulia Amri mengatakan, pihak sekolah memiliki agenda kunjungan industri sebagai bagian dari pembelajaran.

Meski begitu, pihaknya memastikan persiapan dan keamanan dilakukan secara matang.

Bahkan, pihaknya tak mau menggunakan bus yang memiliki jadwal berdekatan dengan acara mereka.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved