Berita Haji

Dibekali Smartcard, Jemaah Haji Indonesia Bakal Lebih Mudah Cari Informasi Lokasi Pelaksanaan Ibadah

Jemaah haji Indonesia 2024 bakal menerima smartcard atau kartu elektronik berisi informasi seputar haji, dalam pelaksanaan ibadah haji 2024.

Penulis: rika irawati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA
Jemaah haji asal Indonesia saat menjalankan ibadah haji 2023. Jemaah haji Indonesia 2024 akan menerima smartcard dari pemerintah Arab Suadi yang berisi informasi seputar haji, termasuk lokasi-lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan ibadah haji. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Jemaah haji Indonesia 2024 bakal menerima smartcard atau kartu elektronik berisi informasi seputar haji, dalam pelaksanaan ibadah haji 2024.

Indonesia menjadi negara pertama yang menerima layanan kemudahan bagi jemaah haji ini, dari pemerintah Arab Saudi.

Hal ini diungkapkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah di Jakarta, Selasa (30/4/2024).

"Tentu kita bersyukur, Indonesia negara yang mendapatkan keistimewaan dari Kerajaan Saudi Arabia sehingga didatangi demikian banyak delegasi yang dipimpin langsung oleh Pak Menteri Haji dan Umrah," kata Menag Yaqut, dikutip dari laman Kemenag.

Selain smartcard, layanan kemudahan lain yang diterima jemaah haji Indonesia adalah fast track.

Layanan fast track adalah kemudahan bagi jemaah haji Indonesia dalam hal pengecekan data keimigrasian.

Layanan ini akan diterapkan di tiga bandara, yaitu Bandara Soekarno–Hatta Banten, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Djuanda Surabaya.

Baca juga: Majelis Ulama Arab Saudi Keluarkan Fatwa yang Bisa Bikin Ibadah Haji Tak Sah, Terkait Visa

Diperkirakan, ada sekitar 120 ribu jemaah haji Indonesia yang akan menerima kemudahan ini.

"Kami menyampaikan terima kasih atas kemudahan perjalanan haji dan umrah yang telah diberikan kerajaan Arab Saudi kepada umat muslim di Indonesia," imbuhnya.

Menag berharap, selain dua layanan itu, Kerajaan Arab Saudi dapat memfasilitasi dan memberikan solusi terkait keterbatasan ruang di Muzdalifah dan Mina.

"Kami berharap dukungan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terkait space di Musdalifah dan Mina yang sangat terbatas."

"Kami juga berharap ada sinergi platform haji antara Indonesia dengan Arab Saudi," ujar Yaqut.

Sementara, Menteri Haji dan Umrah Saudi Tawfiq Al-Rabiah mengatakan, dari seluruh jemaah haji di dunia, jemaah haji Indonesia menjadi yang pertama mendapatkan smartcard atau kartu resmi keberangkatan haji dari Kerajaan Arab Saudi.

"Kartu elektronik ini didesain khusus untuk memberikan pelayanan kepada jemaah yang didalammnya berisi tentang informasi seputar haji."

"Kartu ini akan membantu jemaah mengetahui lokasi-lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan ibadah haji," jelasnya.

Baca juga: Jemaah Haji 2024 Punya Seragam Batik Baru Berwarna Ungu, Punya Motif Sekar Arum Sari. Ini Maknanya

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved