Pilgub Jateng 2024

Benarkah Buruh Jateng Dukung Kapolda Ahmad Luthfi Maju di Pilgub 2024?

Dukungan tersebut sempat diutarakan beberapa kelompok buruh dalam acara sarasehan yang digelar bersama Polda Jateng di satu hotel di Kota Semarang.

Penulis: budi susanto | Editor: mamdukh adi priyanto
ist/dok polda jateng
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi bertemu dengan sejumlah elemen buruh di Jateng. Dukungan agar Kapolda mau di Pilgub Jateng sempat diutarakan beberapa kelompok buruh dalam acara sarasehan yang digelar bersama Polda Jateng di satu hotel di Kota Semarang, Kamis (25/4/2024) lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sejumlah elemen buruh di Jawa Tengah merespons klaim dukungan Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi untuk maju di Pemilihan Gubernur atau Pilgub Jateng 2024.

Dukungan tersebut sempat diutarakan beberapa kelompok buruh dalam acara sarasehan yang digelar bersama Polda Jateng di satu hotel di Kota Semarang, Kamis (25/4/2024) lalu.

Nama Irjen Pol Ahmad Luthfi sering mejeng di posisi teratas lembaga survei terkait Pilgub Jateng 2024.

Baca juga: Golkar Tegal Dukung Kapolda Ahmad Luthfi dan Wihaji Maju Cagub dan Cawagub di Pilgub Jateng

kapolda jateng berinteraksi dengan buruh saat bertemu dalam satu acara di semarang
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi berinteraksi dengan sejumlah buruh di Jateng. Dukungan agar Kapolda mau di Pilgub Jateng sempat diutarakan beberapa kelompok buruh dalam acara sarasehan yang digelar bersama Polda Jateng di satu hotel di Kota Semarang, Kamis (25/4/2024) lalu.

Sekretaris Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jateng, Aulia Hakim menegaskan, kaum buruh belum mengambil sikap untuk mendukung siapapun maju dalam Pilgub Jateng.

"Terlalu dini kalau kaum buruh Jateng dukung-mendukung salah satu calon.

Kami masih belum menentukan sikap," tegasnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (26/4/2024).

Ia mengakui, memang ada buruh yang mendukung Kapolda Jateng maju dalam Pilgub.

Baca juga: Banjir Dukungan Jadi Calon Gubernur Jateng, Begini Jawaban Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi

Namun demikian, hal tersebut tidak mewakili seluruh buruh Jateng, melainkan secara pribadi.

"Yang jelas serikat buruh di Jateng belum menentukan pilihan atau dukungan ke siapapun dalam pilgub," tegasnya.

Aulia juga mengatakan, pertemuan Kapolda dengan beberapa pekerja dalam acara sarasehan juga menjadi acara tahunan.

Juga berpasan dengan menjelang perayaan Hari Buruh atau Mayday.

Polling Buruh

Ia juga menuturkan poling mengenai dukungan kaum buruh mendukung Kapolda Jateng maju dalam Pilgub, tidak mewakili pilihan seluruh buruh di Jateng.

"Mungkin saja poling tersebut diisi masyarakat umum yang tak semuanya buruh atau pekerja," terangnya.

Baca juga: Pilgub Jateng 2024: Crazy Rich asal Grobogan Didukung Projo?

Untuk itu KSPI Jateng bakal melakukan poling guna mengetahui tingkat keterpilihan calon gubernur oleh kaum buruh.

"Mungkin ke depan kami akan menggelar poling yang lebih detail," ucapnya.

Data yang dihimpun Tribunbanyumas.com, jumlah angkatan kerja di Jateng mencapai pada 2023 mencapai 21,07 juta.

Sedangkan jumlah pekerja di Jateng di tahun yang sama mencapai 19,99 juta orang.

Jumlah tersebut tentunya menjadi potensi tersendiri dalam hal Pilgub Jateng.

Dengan total 28,2 daftar pemilih tetap (DPT) di Jateng, jumlah kaum buruh sangat berperan dalam pemenangan Pilgub.

Pasalnya, 60 persen pekerja di Jateng mendukung salah satu calon dalam Pilgub mendatang, dipastikan calon tersebut memenangkan pemilihan.

Komentar masyarakat pun beragam menanggapi pencalonan gubernur dalam Pilgub Jateng.

Beberapa mengatakan rakyat kecil selalu jadi sasaran agar mendukung salah satu calon dalam Pilkada.

Sementara lainnya menganggap sosok yang maju dalam Pilgub Jateng harus lebih baik dari biasanya.

"Kalau Kapolda maju dan ada buruh yang mendukung itu wajar.

Mendukung atau tidak itu hak masyarakat, tapi jangan memanfaatkan momentum.

Misalnya jelang Hari Buruh, para pekerja dimanfaatkan untuk mendongkrak popularitas," terang Azis satu di antara pekerja asal Kota Semarang.

Sementara itu, Rina Amelia pekerja asal Kabupaten Kendal mengatakan, jika Kapolda Jateng maju harus punya fisi dan misi yang mendukung kaum buruh.

Ia mengatakan selama ini tidak ada satupun Gubernur Jateng yang benar benar memperhatikan nasib para pekerja.

"Ini fakta loh, Jateng saja jadi provinsi dengan UMK terendah dibandingkan beberapa provinsi lainnya.

Kami berharap siapapun gubernurnya harus memperjuangkan nasib masyarakat," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved