Kamis, 23 April 2026

Berita Bisnis

Banjir di Jateng Bikin Pengusaha Truk Gagal Panen

Banjir di sejumlah daerah di Jawa Tengah membuat dunia bisnis terdampak. Pengusaha truk merugi pada momen yang seharusnya mereka panen jelang Lebaran.

TRIBUNBANYUMAS/Dok Ditlantas Polda Jateng
Truk angkutan barang menerjang banjir yang menggenangi Jalan Pantura di Kaligawe, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jumat (15/3/2024). Truk besar mulai melintasi jalur tersebut setelah ketinggian banjir berkurang dari hampir satu meter menjadi 60-70 sentimeter. Kondisi ini merugikan dunia usaha, terutama pengusaha truk. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) beberapa hari terakhir ini dilanda banjir. Hal itu turut menyebabkan dunia usaha merugi.

Banjir menerjang jalur pantura di Kota Semarang dan Demak.

Kondisi ini membuat pengusaha angkutan barang merugi.

Baca juga: Banjir Makin Parah, 9 Kabupaten Kota di Jateng Berstatus Tanggap Darurat

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Agus Pratiknyo mengatakan, aktivitas pengiriman barang yang tersendat karena banjir, membuat pelaku bisnis ini merasakan dampak signifikan.

"Dampak banjir ini tentunya signifikan bagi kami dan tentu tidak hanya pengusaha truk, tetapi juga semua pengusaha angkutan barang via darat.

Adanya banjir, terutama di jalur Pantura Demak-Kudus ini bukan pertama kali, melainkan dalam jangka waktu yang sangat dekat, kejadian lagi.

Otomatis ada pengaruh," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Agus Pratiknyo saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Senin (18/3/2024).

Baca juga: Banjir Demak Meluas hingga Merendam 89 Desa, 22.725 Orang Mengungsi

Seperti diketahui, banjir parah yang melanda pantura Demak merupakan yang kedua kalinya.

Sebelumnya, jalur pantura Demak-Kudus ini juga pernah terendam banjir besar pada pekan lalu.

Air belum surut, lumpur belum dibersihkan, banjir melanda kembali akibat tanggul jebol.

Agus menyebutkan, Ramadan ini sebenarnya menjadi masa panen bagi pengusaha angkutan darat di mana mereka harus mengejar setoran sebelum libur Lebaran.

Namun di tengah kondisi banjir yang terjadi, membuat mereka kesulitan mengejar target.

Pasalnya, saat musim mudik Lebaran, terdapat pembatasan angkutan barang.

"Sebenarnya bulan ini adalah bulan di mana kami para pelaku usaha angkutan darat itu ibaratnya harus ngejar setoran atau panen, karena bulan depan harus ada pembatasan untuk menyambut lebaran.

Ternyata ada (banjir) ini.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved