Pemilu 2024

Dukung PDIP Jadi Oposisi dan Gulirkan Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024, Warga Kirim Karangan Bunga

Elemen masyarakat mendukung PDIP menjadi oposisi dan menggulirkan hak angket kecurangan Pemilu 2024 di DPR RI lewat karangan bunga.

Editor: rika irawati
Kompas.com/Adinda Putri
Karangan bunga dukungan agar PDIP jadi oposisi dan menggulirkan hak angket memenuhi tepi jalan di depan kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2024). 

Di sisi lain, DPR RI baru saja menggelar Rapat Paripurna ke-13 Masa Persidangan IV di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (5/3/2024).

Baca juga: Mantan Ketua KPU Kritik Penghentian Grafik Suara Parpol Pemilu 2024 di Sirekap: Publik Jadi Korban

Dalam rapat itu, sejumlah anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan PDIP, mengusulkan penggunaan hak angket.

Banyak pula pihak yang berharap, melalui rapat tersebut, hak angket mulai menemui titik terang.

Namun, dari hasil rapat kemarin, tak ada kejelasan soal hak angket.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan, pimpinan DPR RI tak memberikan tanggapan karena pengajuan hak angket ada mekanismenya.

"Dalam interupsi di paripurna itu kan kita menampung aspirasi dari anggota yang interupsi dan kita lihat misalnya hak angket," ujar Dasco, Selasa (5/3/2024).

"Kenapa kemudian (rapat) kita lanjutkan dengan (pembahasan) yang lain, karena hak angket kan ada mekanismenya," sambung politikus Gerindra itu.

Nasdem Mulai Komunikasi dengan PDIP

Anggota fraksi Partai NasDem DPR RI Taufik Basari (Tobas) mengaku, pihaknya telah berkomunikasi secara informal dengan fraksi PDIP untuk menggulirkan wacana hak angket terkait dugaan kecurangan Pemilu 2024.

Namun, kata Tobas, wacana hak angket tersebut masih dalam proses pematangan.

"Secara informal sudah ada pembicaraan (dengan fraksi PDI Perjuangan) tetapi kami lagi memastikan pematangan dari proses komunikasi ini," kata Tobas, Kamis (7/3/2024).

Baca juga: Aliansi Rakyat Mengguat Banyumas Aksi Topo Berjemur, Wujud Protes Kecurangan Pemilu 2024

Dalam hal ini, Tobas pun menilai, PDIP adalah salah satu kunci karena merupakan inisiator hak angket, sekaligus fraksi terbesar di Senayan.

"Karena mereka yang mengawali usulan hak angket ini dan juga sebagai fraksi terbesar dan kita menghormati, ya kita menunggu juga kesiapan PDI Perjuangan,” ujar Tobas.

Kendati demikian, Tobas mengatakan meskipun tanpa PDIP, Fraksi NasDem mengaku tetap siap menggunakan hak angket dugaan kecurangan pemilu tersebut.

Saat ini, NasDem tengah menyiapkan persyaratan pengajuan hak angket itu.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved