Jumat, 1 Mei 2026

Perang Palestina Israel

Perang di Gaza Utara Makin Panas, PBB Hentikan Pengiriman Makanan

PBB menyatakan menghentikan pengiriman bantuan pangan ke Gaza utara akibat meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut.

Tayang:
Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS/AP Photo/Fatima Shbair
Truk bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza masuk dari Mesir di Rafah, Sabtu (21/10/2023). PBB menyatakan menghentikan pengiriman bantuan pangan ke Gaza utara akibat meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Kelaparan di Gaza utara dipastikan makin parah setelah Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan mengakhiri pengiriman makanan ke wilayah tersebut.

Keputusan ini diambil lantaran bentrok antara Hamas dan Israel di wilayah tersebut berlangsung sengit.

Kondisi ini sempat memicu kemarahan warga yang berusaha menjarah truk pengangkut bantuan makanan.

Program Pangan Dunia (WFP) mengumumkan, bantuan makanan itu dihentikan mulai 20 Februari.

"WFP menghentikan pengiriman bantuan pangan yang menyelamatkan jiwa ke Gaza utara, sampai kondisi memungkinkan distribusi yang aman," kata badan PBB itu dalam sebuah pernyataan, Selasa (20/1/2024).

"Keputusan untuk menghentikan pengiriman ke bagian utara Jalur Gaza bukanlah keputusan yang mudah… situasi di sana akan semakin memburuk dan semakin banyak orang yang berisiko meninggal karena kelaparan."

"WFP sangat berkomitmen untuk segera menjangkau orang-orang yang putus asa di seluruh Gaza. Namun, keselamatan dan keamanan untuk menyalurkan bantuan pangan penting–dan bagi orang-orang yang menerimanya–harus dipastikan," tambahnya.

Baca juga: Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis Gaza Selatan Lumpuh, Israel Gunakan sebagai Barak Militer

WFP mengatakan, pengiriman telah dilanjutkan pada hari Minggu setelah penangguhan selama tiga pekan, menyusul serangan Israel terhadap truk UNRWA.

"Karena tidak adanya sistem pemberitahuan kemanusiaan yang berfungsi," tulis keterangan itu.

Upaya Penjarahan

Saat memasuki Kota Gaza, di utara Jalur Gaza, pada hari Minggu, WFP mengatakan, mereka langsung menghadapi tembakan.

Pernyataan itu juga menyebutkan ada kerumunan orang kelaparan yang mencoba naik ke truk.

Beberapa orang berusaha menjarah truk, dan salah satu pengemudinya dipukuli.

Ia menambahkan bahwa kota itu dipenuhi dengan "ketegangan tinggi dan kemarahan yang meledak-ledak".

Pertempuran Pecah di Beberapa Kota

Pertempuran berkecamuk di Kota Gaza selama dua hari terakhir, setelah Israel berulang kali mengeklaim dalam beberapa bulan terakhir bahwa Hamas telah dikalahkan di sana.

Sayap militer kelompok tersebut, Brigade Qassam mengatakan melalui halaman medianya, pada Selasa sore, bahwa mereka terlibat dalam bentrokan sengit melawan pasukan Israel di lingkungan Zaytoun Kota Gaza dan menewaskan satu tentara "dari jarak nol".

Baca juga: Tegas! Dewan Liga Arab Minta Anggotanya Boikot Perusahaan Israel yang Terlibat Serangan ke Palestina

Brigade Qassam juga mengumumkan serangan RPG terhadap beberapa tank Merkava Israel.

Sementara itu, bentrokan masih berkecamuk di kota selatan Khan Yunis.

Pasukan Israel bergerak lebih jauh ke selatan ketika mereka bersiap untuk operasi militer yang direncanakan di kota paling selatan Rafah, di mana lebih dari satu juta warga Palestina–banyak di antaranya telah mengungsi dari daerah lain di Jalur Gaza–terdampar.

Rencana invasi ke Rafah menimbulkan ancaman kemanusiaan yang parah.

Pada tanggal 19 Februari, UNICEF menyebut, kota ini sebagai 'salah satu tempat terpadat penduduknya di dunia'.

Serangan udara Israel di Rafah menewaskan sekitar 100 warga sipil pekan lalu.

Rafah, salah satu tempat terpadat penduduknya di dunia, kini menampung setengah dari populasi, banyak di antaranya telah mengungsi beberapa kali akibat perang. (The Cradle/Tribunnews.com/Muhammad Barir)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PBB Setop Pengiriman Bantuan Makanan ke Gaza Utara Bentrokan Israel vs Hamas Berlanjut dengan Sengit.

Baca juga: Lalu Lintas Jalan Pantura Demak-Kudus Mulai Dibuka Dua Arah, Truk Tronton Masih Dialihkan via Mijen

Baca juga: Pilpres Tak Beri Efek ke Suara Caleg, Nasdem Diprediksi Kehilangan 1 Kursi di DPRD Kudus

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved