Perang Palestina Israel

Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis Gaza Selatan Lumpuh, Israel Gunakan sebagai Barak Militer

Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Gaza Selatan, tak berfungsi lagi sebagai layanan kesehatan.

Editor: rika irawati
AFP/Dawood NEMER
ILUSTRASI. Orang-orang menunggu di tenda penampungan dalam kegelapan karena bahan bakar untuk pembangkit listrik habis, di luar rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza, 3 November 2023. Israel kini menyasar RS Nasser di Khan Yunis, Gaza Selatan, sehingga layanan kesehatan lumpuh. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Gaza Selatan, tak berfungsi lagi sebagai layanan kesehatan.

Aktivitas kemanusiaan rumah sakit itu lumpuh setelah tentara Israel menguasainya.

Bahkan, mereka mengubah fungsi rumah sakit terbesar di Khan Yunis itu sebagai barak militer.

Minggu (18/2/2024), juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan, tentara Israel juga menyandera pasien dan petugas yang ada.

Penahanan tersebut terjadi di tengah serangan udara Israel yang menewaskan 60 orang di Gaza dalam 24 jam terakhir.

Badan organisasi kesehatan dunia, WHO juga memastikan bahwa rumah sakit tersebut tidak lagi berfungsi setelah dikepung selama berminggu-minggu dan digerebek militer Israel.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, selama dua hari terakhir, pasukan Israel tidak mengizinkan tim WHO memasuki rumah sakit untuk menilai kondisi 200 pasien yang tersisa di sana, termasuk 20 orang yang dirawat di sana.

Padahal, mereka perlu segera dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapatkan perawatan.

Baca juga: Dugaan Genosida Israel Menguat, PPS Temukan 30 Mayat Terborgol di Lahan Sekolah di Gaza Utara

Rumah sakit ini tak hanya menjadi tempat perawatan medis warga tetapi juga menjadi tempat berlindung ribuan pengungsi Palestina akibat pemboman Israel yang sedang berlangsung.

Di antara mereka yang dikhawatirkan akan ditahan adalah seorang ahli bedah umum, Dr Khaled al-Serr, yang terus melakukan operasi ketika rumah sakit tersebut dikepung dan berbicara kepada media Barat tentang kondisi yang mengerikan di sana.

Tapi, Dr Serr belum terdengar kabarnya sejak Kamis.

Pada Sabtu malam, rekan-rekan dari kelompok Healthcare Workers Watch-Palestine, Gaza Medic Voices, dan Health Workers 4 Palestine mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan kekhawatiran Israel telah menahannya.

"Kami sangat prihatin bahwa militer Israel telah menculik dan menahan Khaled Al Serr secara tidak sah."

"Kami menuntut pembebasannya segera," bunyi pernyataan tersebut, yang membagikan pesan, foto, dan video Serr.

"Selama hampir sebulan, kami telah berkonsultasi mengenai kasus-kasus dengan Khaled ketika dia melakukan operasi rumit yang jauh di luar keahliannya—hampir tidak ada pasokan medis dan peluru memantul dari ruang operasi."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved