Berita Kudus

Jalan Pantura Demak-Kudus Masih Terendam Banjir, Pemotor Pilih Lewat Jembatan Apung Sungai Wulan

Pemotor memilih menggunakan jembatan apung Sungai Wulan sebagai alternatif putusnya Jalan Pantura Demak-Kudus akibat banjir.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Pengendara motor melintasi jembatan apung penghubung antara Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, dengan Desa Kedungwaru, Kecamatan Karanganyar, Demak, Selasa (13/2/2024). Pemotor yang melintasi jembatan apung di atas Sungai Wulan ini meningkat setelah Jalan Pantura Demak-Kudus putus akibat banjir. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS – Jembatan apung Sungai Wulan yang menghubungkan wilayah Demak dan Kudus menjadi alternatif pengendara roda dua setelah Jalan Pantura Demak-Kudus putus akibat banjir Demak.

Jembatan ini menghubungkan Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, dengan Desa Kedungwaru, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.

Pantauan di lokasi, Selasa (13/2/2024), sejumlah warga melintas di jembatan apung tersebut.

Tampak lalu-lalang warga yang melintas di jembatan yang memiliki panjang 70 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut.

Padahal, biasanya, jembatan apung ini hanya ramai saat pagi atau sore di jam-jam berangkat dan pulang kerja atau sekolah.

Santoso, warga Kabupaten Pati, mengaku memilih jembatan apung ini setelah mendapat dari saran teman.

"Baru pertama lewat sini karena disarankan sama teman. Ini menjadi penolong bagi warga yang hendak menuju ke Demak," kata Santoso.

Baca juga: Jumlah Pengungsi Banjir Demak Terus Bertambah, BNPB: Mencapai 21 Ribu Orang, Tersebar di 59 Titik

Santoso tidak merasa keberatan meski harus membayar Rp2 ribu untuk melewati jembatan apung itu.

Baginya, jembatan tersebut menjadi penolong mempercepat jarak tempuh.

Warga lain, Siti Maesaroh, sengaja memilih jembatan apung karena ingin pulang ke Demak dari RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Sementara, warga Setrokalangan, Suwarno mengatakan, jumlah pengendara yang melintas di jembatan apung mengalami peningkatan setelah Jalan Pantura Demak-Kudus terputus akibat banjir.

Baca juga: Kerahkan 7 Alat Berat, Kementerian PUPR Kebut Perbaikan Darurat Tanggul Sungai Wulan Demak

Lelaki yang sehari-hari beraktivitas di sekitar jembatan apung tersebut mengatakan, sebelum banjir, pengguna jembatan apung sekitar dua ribu warga yang melintas.

Mereka adalah para pelajar dan buruh pabrik rokok asal Demak yang bekerja di Kudus.

"Sejak lima hari terakhir ini banyak sekali yang melintas karena banjir di Karanganyar Demak," kata Suwarno. (*)

Baca juga: Digembleng di TC Dubai, Timnas Indonesia U-23 Bakal Hadapi 3 Tim Timur Tengah Jelang Piala Asia U-23

Baca juga: Daftar Gerai Makan dan Minuman yang Memberi Diskon Pemilu, Ada Potongan Khusus bagi Pemilih Pemula

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved