Keberagamaan
Umat Hanya 2 Orang, Pelayanan Pemerintah pada Perayaan Imlek di Klenteng Hok Tek Bio Tetap Maksimal
Perayaan Imlek di Klenteng Hok Tek Bio Banjarnegara sepi karena umatnya tinggal 2 orang.Tapi pelayanan pemerintah tidak berubah.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: khoirul muzaki
Ini pula yang mendasari Kementerian Agama (Kemenag) untuk terus melayani umat beragama tanpa pandang bulu. Setiap pemeluk agama, baik mayoritas maupun minoritas memiliki hak sama untuk beribadah sesuai keyakinannya.
Pada kesempatan terpisah, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan komitmennya untuk terus berjuang mewujudkan kenyamanan kehidupan keberagamaan dan umat beragama.
Ia mengibaratkan pelayanan Kemenag seperti laju kereta api, berangkat sesuai jadwal dan pantang berhenti sebelum sampai tujuan.
“Kita harus hadir memberikan kenyamanan bagi umat beragama. Kita tidak pernah berhenti melayani umat,”katanya
Populasi umat Konghucu Banjarnegara yang hanya segelintir pun tak menjadi alasan bagi pemerintah, maupun aparat keamanan untuk tidak melindungi dan menjamin kenyamanan mereka dalam merayakan hari besar.
Kasubsi Penmas Polres Banjarnegara Aipda Yulian Helmi mengatakan, pihaknya menyiagakan 38 anggota yang siap digeser untuk mengamankan perayaan Imlek di Klenteng Hok Tek Bio.
Ia menyadari jumlah umat yang merayakan Imlek di Klenteng Hok Tek Bio hanya segelintir. Tapi itu tidak membuat pihaknya mengurangi layanan pengamanan kepada mereka.
Sama halnya pada perayaan hari besar umat beragama lain, pada perayaan Imlek di Klenteng Hok Tek Bio, pihaknya biasa melakukan sterilisasi hingga pengamanan sampai selesai kegiatan.
“Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi berbagai bentuk gangguan. Sehingga mereka bisa ibadah dengan tenang dan nyaman,”katanya
Kepedulian terhadap umat Konghucu yang tengah merayakan Imlek bukan hanya ditunjukkan pemerintah. Perhatian terhadap mereka juga datang dari masyarakat, khususnya Jaringan Gusdurian Kabupaten Banjarnegara.
Komunitas itu sengaja mendatangi Klenteng Hok Tek Bio untuk bersilaturahim dan menyapa umat yang sedang merayakan Imlek.
Mereka juga memasang banner berisi pesan ucapan kepada warga Tionghoa yang sedang merayakan pergantian tahun.
“Ini kegiatan rutin, sebagaimana kami lakukan pada perayaan hari besar agama lain,”kata Hanafi Slamet Sugiarto, Koordinator Gusdurian Banjarnegara
Pihaknya pun mengetahui bahwa populasi umat Konghucu di Banjarnegara sangat sedikit. Namun itu tidak menyurutkan semangat komunitasnya untuk tetap memberikan dukungan dan berjejaring dengan umat yang masih ada.
Ini sekaligus bagian dari pengamalan 9 nilai utama Gusdur, di antaranya kesetaraan dan persaudaraan. Melalui jejaring lintas iman ini, pihaknya berharap mereka yang sedang merayakan Imlek di Klenteng Hok Tek Bio tidak merasa sendiri.
Jaringan silaturahim lintas iman ini juga diharapkan tidak hanya berlaku saat momentum perayaan hari besar keagamaan. Namun juga dalam keseharian.
“Setiap manusia punya hak sama untuk berkawan, hablu minannas. Kami ingin membersamai, tanpa seolah mereka merasa dikasihani sebagai minoritas,”katanya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.