Rabu, 22 April 2026

Pemilu 2024

Pesan Gus Mus Hadapi Pemilu 2024: Jangan Mudah Terprovokasi dan Harus Berkepala Dingin

Ulama kharismatik asal Rembang KH Ahmad Mustofa Bisri meminta masyarakat tak terprovokasi dan menghadapi Pemiliu 2024 dengan kepala dingin.

TRIBUNBANYUMAS/Agus Salim
Silaturahmi Kebudayaan "Makin Mengindonesia Bersama Gus Mus" di Gedung Baru Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Jumat malam (12/1/2024). Dalam acara itu, budayawan sekaligus ulama kharismatik asal Rembang KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus berpesan agar masyarakat tak terprovokasi dan menghadapi Pemiliu 2024 dengan kepala dingin. 

Ditemani Nasirun, seorang pelukis kondang Yogyakarta yang mengiringi bait demi bait puisi Gus Mus sambil mencoretkan cat di atas kanvas.

Meskipun karya lama namun puisi yang dibacakan Gus Mus masih cukup relevan dengan kondisi hari ini.

Dalam baitnya Gus Mus menulis, "Anak-anak mu berebut fried chicken yang hangat, seperti politisi musiman berebut kursi. Seperti pakar kambuhan berebut benar".

Baca juga: Ketum PDIP Megawati Ingatkan Polri Jaga Netralitas di Pemilu 2024, Ungkit Perannya Pisahkan dari TNI

Malam itu, Gus Mus tidak tampil sendiri. Sejumlah budayawan dan seniman kondang ikut menyuarakan gundah gulana mereka menghadapi tahun politik 2024.

Di antaranya, Magelant Sutanto Mendut (Tanto Mendut) yang tampil bersama penari dan penabuh alat musik.

Diikuti penyair Ilham Anwar, Triyanto Triwikromo, dan Beno Siang Pamungkas yang tampil membius penonton lewat sajak-sajak khas mereka, diiringi alunan biola.

Tak ketinggalan, Timur Sinar Suprabana dan Sosiawan Leak, membuat penonton bersorak-sorai.

Para budayawan dan seniman itu menampilkan kritik tahun politik 2024 melalui karya sastra yang terbungkus rapi.

Menyuarakan suara keresahan publik atas hegemoni tahun politik.

Grup musik Laila Majnun juga ikut menyuguhkan irama gambus yang menambah kesejukan dan ketenangan suasana.

Baca juga: Muhammadiyah Batang Tegaskan Netral di Pemilu 2024, Terbuka dan Doakan Siapa Saja Caleg yang Datang

Ketua FWPJT, Damar Sinuko mengatakan, silaturahim kebangsaan digelar untuk menyejukkan dan menyadarkan kembali esensi politik di kehidupan manusia.

"Alangkah indahnya meski kita berbeda-beda, termasuk pilihan politik, tetapi ketika ada dalam satu toleransi, satu kerukunan kita menjadi damai," kata Damar dalam sambutannya.

Sementara, Asisten Admitrasi Sekda Provinsi Jateng Arif Sambodo yang hadir mewakili Pemprov Jateng, menyatakan, ikut memberi dukungan pelestarian dan keragaman budaya di tengah gempuran asing.

"Saya berharap, kebudayaan bangsa ini bisa menunjukkan identitas dan nilai luhur bangsa dapat meningkatkan kualitas kehidupan, mempertahankan persatuan dan kesatuan, serta mencapai peradapan bangsaa yang maju dan berwawasan global," ucap Arif. (*)

Baca juga: 24 Perusahaan Rokok Dihukum Bea Cukai Kudus, Terbukti Salah Tempel Hingga Jual Sisa Cukai

Baca juga: Bantahan Camat Sempor Soal Berita 40 Rumah Retak karena Bencana di Desa Kedungjati Kebumen

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved