Berita Jateng

Alasan Orang Samin Haram Berdagang dan Pilih Bertani, Tradisi Turun Temurun

Orang Samin atau Sedulur Sikep adalah kelompok masyarkat yang sekarang banyak tersebar di sekitar Pegunungan Kendeng dari wilayah Pati hingga Blora

Penulis: budi susanto | Editor: khoirul muzaki
Ist
Masyarakat Sedulur Sikep merayakan satu abad perjuangan Surosentiko, perayaan tersebut digelar di Rabdublatung Blora, beberapa waktu lalu 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Orang Samin yang tersebar di sekitar Pegunungan Kendeng kini tak hanya bekerja sebagai petani.

Orang Samin atau Sedulur Sikep adalah kelompok masyarkat yang sekarang banyak tersebar di sekitar Pegunungan Kendeng dari wilayah Pati hingga Blora di Jateng.

Penyebutan Orang Samin karena mereka mengamalkan ajaran dari sesepuh bernama Eyang Buyut Samin Surosentiko.

Orang Samin juga dianggap sebagai kelompok masyarakat yang memiliki kebiasaan unik.

Bahkan, menurut Sugiarto, tokoh masyarakat Sedulur Sikep di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora. Orang Samin zaman dahulu tidak boleh bekerja sebagai pedagang.

Hal itu lantaran menurut para cerita leluhur Sedulur Sikep, aktivitas berdagang memiliki hal negatif yaitu berbohong.

Baca juga: Kasus HIV AIDS di Demak Melonjak, Lebih Banyak Diderita Pria

“Kalau penuturan leluhur seperti itu. Saat berdagang ada pedagang bilang membeli dagangan Rp 60 ribu padahal belum tentu benar dan dijual agar dapat untuk," jelas Sugiarto kepada Tribunjateng.com, Kamis (26/10/2023).

Dari hal tersebut, masyarakat Sedulur Sikep yang tinggal di sekitar Pegunungan Kendeng lebih memilih bertani dari pada berdagang.

Hal itu juga dilakukan Sedulur Sikep di wilayah Desa Klopoduwur yang menggarap lahan milik Perhutani.

Meski didukung dengan kondisi alam yang baik terutama di lereng Pegunungan Kendeng, tak jarang masyarakat Sedulur Sikep Samin pergi ke luar desa untuk mencari pekerjaan lainnya ketika musim kemarau.

Mereka menunggu musim penghujan dan kembali ke desa untuk menggarap lahan pertanian.

Beda dulu beda sekarang, dikatakan Sugiarto, kini Orang Samin di Pegunungan Kendeng dan sekitarnya tidak lagi kolot.

Untuk urusan pekerjaan, mereka sudah longgar memilih dan bisa saja berdagang.

Bahkan Orang Samin atau Sedulur Sikep kini memiliki beragam jenis profesi.

Baca juga: Sosok Shaina Juara 2 Tahfiz Quran Mapsi Tingkat Jateng Asal Banjarnegara

Sugiartono sebagai tokoh Sedulur Sikep saat ini bekerja sebagai salah satu pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blora.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved