Berita Semarang

Kebakaran Teratasi, Pemkot Semarang Kini Berencana Merelokasi Sapi di TPA Jatibarang

Pemkot Semarang berencana merelokasi sapi ternak warga setelah kebakaran di TPA Jatibarang teratasi.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Sapi milik warga digembalakan di TPA Jatibarang Kota Semarang, Jumat (22/9/2023). Seusai kebakaran, Pemkot Semarang berencana mensterilkan TPA Jatibarang dari sapi ternak warga. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Hujan yang mengguyur Kota Semarang, Jumat (13/10/2023) malam, membantu pemadaman sepenuhnya kebakaran sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang.

Setelah kebakaran dipastikan padam, Pemerintah Kota Semarang kini mulai menata TPA untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang.

Termasuk, rencana merelokasi sapi milik warga yang biasa digembalakan di TPA Jatibarang.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, keberadaan sapi di area TPA Jatibarang memang menjadi problematika yang sudah lama terjadi.

Baca juga: Berkali-kali Kebakaran, TPA Jatibarang Bakal Dipasangi CCTV

Keberadaan sapi di sana awalnya merupakan solusi bagi warga terdampak adanya TPA di wilayah tersebut.

"Karena ini menggusur, merelokasi warga, sehingga mereka diberi sapi. Dulu diberi sapi tapi tidak diberi edukasi cara merawat sapinya," ujar Ita, sapaannya, Minggu (15/10/2023).

Sehingga, lanjut dia, secara turun-temurun, sapi berkeliaran dengan memakan sampah di TPA Jatibarang. Hal ini tentu mengakibatkan sapi tidak sehat.

"Memang setelah kebakaran kandang sapi sebenarnya kami akan mapping. Karena ada tinggalan zona eks narpati jadi komposting."

"Beberapa pemda lain sudah bisa membuat inovasi komposting. Tapi, belum membahas itu, (TPA) terbakar lagi," papar Ita.

Bersamaan dengan rencana akan dibangunnya Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL), menurutnya, keberadaan sapi harus direlokasi.

Ita menyebut, warga sempat tidak setuju dengan relokasi yang terlalu jauh. Padahal, mencari lahan untuk dapat menampung sekitar 1.800 sapi tidak mudah.

"Ini jadi satu PR bagi pemkot terkait sapi dam kandangnya," ucapnya.

Ita menyebut, sudah sempat ada beberapa wacana tempat relokasi.

Pertama, di lahan tak jauh dari TPA. Namun, lahan itu tidak cukup.

Baca juga: FAKTA Kampung Mati di Cepoko Gunungpati Semarang yang Viral di Tiktok, Berawal dari Pencurian

Kemudian, rencana relokasi bergeser ke wilayah Bukit Manyaran Permai (BMP).

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved