Selasa, 5 Mei 2026

Berita Kudus

Sidak SPPG, Wakil Bupati Kudus Temukan Lalat di Area Dapur MBG: Khawatir Bawa Bakteri

Sidak SPPG, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton menemukan lalat di tumpukan sisa bahan makanan dekat dapur MBG.

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MASUM
CEK MBG - Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton bersama Disdikpora Kudus mengecek dapur MBG di SPPG Gondangmanis 2, di Ruko Wijaya Royal Residence, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Rabu (24/9/2025). Bellinda menyoroti adanya lalat pada sampah sisa bahan baku makanan yang dikhawatirkan bisa memicu keracunan makanan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menyoroti kebersihan dapur makan bergizi gratis (MBG) atau SPPG yang mengundang lalat.

Kehadiran lalat dikhawatirkan dapat membawa bakteri yang mengontaminasi makanan yang disuguhkan kepada para pelajar penerima sehingga memicu sakit perut hingga keracunan.

Hal ini diungkapkan Bellinda saat mengecek dapur MBG di SPPG Gondangmanis 2 yang berada di Ruko Wijaya Royal Residence, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Rabu (24/9/2025).

Di SPPG tersebut, Bellinda menemukan lokasi dapur tempat pemrosesan dan pengolahan makanan dinilai kurang bersih.

Sampah dari sisa bahan makanan dibiarkan menumpuk bahkan dihinggapi lalat. 

Padahal, lokasi sampah berada di dekat dapur pengolahan makanan.

Baca juga: Berusia 476 tahun, Sejarah Kabupaten Kudus sejak Abad 14 Sampai Semaju Sekarang

Pengecekan dapur MBG ini dilakukan menyusul kejadian keracunan makanan di berbagai daerah di Indonesia akhir-akhir ini.

"Pengecekan dapur MBG kali ini ada beberapa evaluasi. Di mana, pelayanan di SPPG ini sempat ada kejadian buah busuk yang didistribusikan."

"Dan hari ini, kita lihat ada banyak lalat di tempat sampah yang tidak diperhatikan," terangnya.

Bellinda mengingatkan kepada semua SPPG yang ada di Kudus untuk memperhatikan kebersihan tempat pemrosesan makanan dalam rangka menjaga higienitas makanan yang disajikan.

Dia juga mendorong adanya alat insect killer yang berfungsi mencegah serangga masuk ke dalam dapur.

Jika hal ini tidak diperhatikan, berpotensi menyebabkan dampak buruk bagi siswa, utamanya ketika siswa dalam kondisi imun menurun.

"Kami juga evaluasi terkait petugas yang tidak memakai masker dan sarung tangan saat bertugas di dapur MBG."

"Ini soal kebersihan dan higienitas makanan. Karena imun masing-masing siswa berbeda."

"Kita berharap bisa mencegah kejadian seperti keracunan di beberapa daerah."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved