Berita Demak

Rencana Relokasi Warga Terdampak Rob di Demak Macet, Rusun yang Dijanjikan Ditolak Warga Purwosari

Harapan warga terdampak rob di Demak segera direlokasi terhambat setelah proyek rusun yang akan dibangun untuk mereka ditolak warga Purwosari.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/TITO ISNA UTAMA
Warga Desa Purwosari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, memasang spanduk penolakan pembangunan rumah susun bagi warga terdampak rob di tanah bekas Kantor Kecamatan Sayung di wilayah mereka, Selasa (19/9/2023). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Harapan warga terdampak rob di Kabupaten Demak segera direlokasi terhambat setelah proyek rumah susun (rusun) yang akan dibangun untuk mereka ditolak warga Purwosari.

Terkait hal ini, Bupati Demak Eisti'anah berjanji segera mencari solusi.

Eisti mengatakan, rusun bagi warga terdampak rob itu rencananya akan dibangun di lahan bekas Kantor Kecamatan Sayung di Purwosari.

Menurut Eisti, dari beberapa lokasi yang disodorkan Pemkab Demak, lahan bekas Kantor Kecamatan Sayung dipilih pemerintah pusat sebagai pihak yang akan membangun rusun tersebut.

"Jadi begini, kami sudah menyodorkan atau memberikan kepada pusat (beberapa lokasi pembangunan rumah susun), itu program dari pusat. Tetapi, yang disetujui memang daerah tersebut (bekas Kantor Kecamatan Sayung)," kata Eisti, Rabu (20/9/2023).

Baca juga: Pasang 10 Spanduk, Warga Purwosari Demak Tolak Pembangunan Rusun di Eks Kantor Kecamatan Sayung

Ia mengatakan, terkait penolakan warga Purwosari itu sebenarnya juga telah disampaikan ke pemerintah pusat.

Pemkab Demak pun telah menyodorkan lokasi alternatif pembanguna rusun, di antaranya di dekat Tol Semarang-Demak.

Namun, pemerintah pusat menimbang, lahan eks Kantor Kecamatan Sayung paling cocok untuk pembangunan rusun.

"Jadi, kami cari solusi terbaik. Kami sudah memberikan (alternatif) di Loireng tapi karena kendala pengurukan yang sangat luar biasa besar, tidak mampu, kemudian di daerah tersebut (Purwosari)," ungkapnya.

Kendati demikian, Eisti akan terus mencari solusi supaya pembangunan rumah susun bagi warga terdampak rob terealisasi.

"Kami akan mencarikan solusi terbaik untuk semuanya, tidak ada yang perlu menang menangan, tidak saling menolak tetapi kami memberikan yang terbaik untuk semuanya dalam menanggi rob ini," ujarnya.

Baca juga: Kepada Presiden Jokowi, Warga Sayung Demak Minta Diselamatkan dari Rob yang Dialami 10 Tahun Ini

Eisti juga berharap adanya masukan dari warga Purwosari terkait penolakan mereka akan pembangunan rusun sehingga ada jalan keluar bagi warga terdampak rob.

Pasalnya, rob merupakan persoalan penting di Demak yang belum tertangani.

Bagi Eisti, pembangunan rumah susun untuk warga terdampak rob itu sebuah kesempatan terbaik yang diberikan pemerintah pusat.

"Tentunya, kami harapakan pengertian dari masyarakat," ucapnya.

"Monggo yang mau masuk tetapi kami dari Pemkab Demak akan selalu melakukan sosialisasi dan mengajak yang mau direlokasi monggo, yang mau masih tetap monggo solusinya seperti apa. Kami mencarikan solusi yang terbaik," ujarnya.

Baca juga: Siap Bangun Rumah Susun bagi Warga Terdampak Rob Demak, Bupati Estianah Minta Kesediaan Direlokasi

Diketahui, saat ini, ada empat kecamatan di Kabupaten Demak yang menjadi langgan rob, yakni Kecamatan Sayung, Kecamatan Karangtengah, Kecamatan Bonang, dan Kecamatan Wedung.

Sebelumnya, warga Purwosari menolak rencana pembangunan rusun di wilayah mereka.

Tak dijelaskan alasan mereka menolak pembangunan rusun bagi warga terdampak rob itu.

Selasa (19/9/2023), mereka memasang 10 spanduk berisi penolakan pembangunan rusun di sejumlah titik. (*)

Baca juga: Semangat Warga Binaan Lapas Batang Ikut Kejar Paket B, Ingin Bisa Kerja Pakai Ijazah SMP

Baca juga: Tolak Revisi Perda Soal Perluasan Toko Modern di Kawasan Wisata, DPRD Karanganyar: Lindungi UMKM

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved