Berita Demak
Kepada Presiden Jokowi, Warga Sayung Demak Minta Diselamatkan dari Rob yang Dialami 10 Tahun Ini
Warga Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, berharap Presiden Joko 'Jokowi' Widodo menyelamatkan permukiman mereka yang tenggelam akibat rob.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Warga Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, berharap Presiden Joko 'Jokowi' Widodo menyelamatkan permukiman mereka yang tenggelam akibat rob.
Harapan ini mereka sampaikan lewat aksi yang digelar di dekat proyek tol Semarang-Demak di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Minggu (20/8/2023).
Sejak pagi, warga berbondong-bondong menuju titik lokasi kumpul di sebuah tenda yang dilengkapi panggung.
Aksi ini diikuti anak-anak sampai dewasa, laki-laki maupun perempuan.
Beberapa di antara mereka membawa banner bertuliskan "Ibu Bupati, Rakyatmu Butuh Dekengan Pusat. Jangan Tenggelamkan Kami".
Mereka juga menggelar orasi dan istigasan meminta perlindungan Allah atas rob yang melanda wilayah mereka.
Aksi ini juga diikuti tokoh agama, satu di antaranya Abdul Qodir.
Baca juga: Bagai Cerita Dongeng, Dua Dukuh di Sayung Demak Ini Hilang Diterjang Rob
Dalam orasinya, Abdul Qodir meminta pemerintah mengambil aksi nyata untuk menyelamatkan warga yang 10 tahun terakhir hidup di tengah kepungan rob.
"Kami adalah rakyatmu, separuh lebih Kecamatan Sayung tenggalam oleh rob. Dalam 10 tahun ini, setiap hari, kami tergenang banjir."
"Dengarkan jeritan rakyatmu, wahai pemimpin. Kalian dibayar oleh rakyat. Kami adalah warga taat pajak maka pemerintah mempunyai kewajiban mempertahankan kami. Jangan tenggelamkan kami," kata Abdul Qodir dalam orasinya.
Abdul Qodir mengatakan, akibat banjir rob, sawah, rumah, hingga aktiVitas sehari-hari warga terhambat.
Dia berharap, jeritan hati warga Sayung ini sampai ke telinga Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
"Semoga bisa di dengar sama pak presiden, diperhatikan pemerintah, Sayung tidak di tenggelamkan. Lihatlah kami turun ke bawah," ucapnya.
Abdul mengatakan, meski Indonesia telah 78 tahun merdeka namun pada hakikatnya belum dinikmati warga Sayung.
Saat ini, mereka masih berjuang terbebas dari kepungan rob.
Baca juga: Permukimannya Hilang karena Rob, Warga Bedono Tetap Minta Ganti Rugi Jika Terkena Tol Semarang-Demak
Sementara, Fachur Rohman, ketua Forum Sayung Menggugat, membacakan surat terbuka untuk presiden RI, menteri PUPR, gubernur Jawa Tengah, serta bupati Demak.
Dalam surat itu dijelaskan, rob mengakibatkan warga Sayung hidup dalam kemiskinan.
Ada sekitar 50 ribu jiwa di pesisir Sayung Demak yang terdampak rob.
"Padahal, 20 tahun lalu, daerah kami termasuk daerah makmur. Masyarakat masih bisa bercocok tanam dan mendapat hasil dari perikanan."
"Tapi, 10 tahun terakhir, daerah pesisir Sayung mengalami peristiwa yang mengganggu, bahkan mengancam kehidupan masyarakat akibat penurunan tanah dan meningkatnya permukaan air laut yang masuk ke permukiman," katanya.
Fachur mengakui, Pemerintah Kabupaten Demak dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah mengupayakan penanganan rob namun mandeg karena keterbatasan anggaran.
Sementara, pemerintah pusat membangun jalan tol laut yang diharapkan bisa mengatasi permasalahan.
Sayang, proyek tol laut justru menambah rob di daerah yang tidak dilintasi menjadi lebih parah.
"Keadaan masyarakat di luar tol menjadi lebih parah dari sebelumya karena air yang seharusnya menyebar ke seluruh pantai utara Demak akan memenuhi daerah di luar jalan tol, dan menyebabkan lebih parah. Permukiman di luar jalur tol tambah tenggelam," katanya.
Baca juga: Tangis Pedagang Iringi Pembongkaran Bangunan Liar di Jalan Lingkar Demak, Bingung Cari Tempat Baru
Dia berharap, aksi warga ini dapat menggugah pemerintah sehingga mereka membuat kebijakan dan program penanggulangan rob.
Satu di antara, lewat pembangunan jalan tanggul laut yang besar, yang mempunyai banyak fungsi.
"Supaya tercipta suatu keadaan yang lebih baik di daerah kami, menjadi daerah yang makmur, berkeadilan, dengan adanya kesejahteraan masyarakatnya," ujar dia.
Menurutnya, pemerintah kurang serius dalam mengatasi bencana rob di Kecamatan Sayung yang menyebabkan beberapa di Kecamatan tersebut tenggelam.
"Karena selama ini pemerintah kurang serius mengatasi rob yang ada. Kami ingin, pemerintah membuat tanggul laut yang bisa membendung air yang akan masuk ke pemukiman warga. Dan itu kami minta sesegera mungkin," kata dia. (*)
Baca juga: Buntut Hadiri Acara PDIP di Semarang, Pj Bupati Brebes Dilaporkan Relawan Anies Baswedan ke Bawaslu
Baca juga: Pabrik Modifikasi Senjata di Semarang Digerebek, Jual Senpi Ilegal Lewat Polisi ke Terduga Teroris
sayung demak
banjir rob di sayung demak
demo warga
Banjir rob sayung
Banjir Rob pesisir utara
demak Hari Ini
Demak
Banjir Rob Genangi Jalan Pantura Sayung Demak, Arus Lalu Lintas dari dan ke Semarang Tersendat |
![]() |
---|
Tak Ada Kenaikan PBB, Demak Pilih Maksimalkan Potensi Wisata untuk Genjot PAD |
![]() |
---|
200 Personel Dikerahkan, Polres Demak Lakukan Penyekatan untuk Cegah Warga Ikut Demo di Pati |
![]() |
---|
Kesal Protes Soal Debu Tak Digubris, Warga Purwosari Sayung Larang Truk Tol Semarang-Demak Melintas |
![]() |
---|
Warga Purwosari Sayung Kesal, Debu Proyek Tol Semarang-Demak Makin Tebal |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.