Berita Demak

Tangis Pedagang Iringi Pembongkaran Bangunan Liar di Jalan Lingkar Demak, Bingung Cari Tempat Baru

Tangis Sri pecah melihat warungnya di tepi jalur lingkar Demak dirobohkan menggunakan alat berat, Selasa (15/8/2023).

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/TITO ISNA UTAMA
Satpol PP Demak mengerahkan alat berat untuk membongkar banguna liar di tepi jalur lingkar Demak, Selasa (15/8/2023). Ada sekitar 150 bangunan liar yang ditertibkan karena tidak berizin dan digunakan untuk praktik yang meresahkan warga. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Tangis Sri pecah melihat warungnya di tepi jalan lingkar Demak dirobohkan menggunakan alat berat, Selasa (15/8/2023).

Dia pun bingung lantaran satu-satunya tempat mencari nafkah diratakan dalam penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan Pemkab Demak.

"Saya di sini diberi tempat jualan dari saudara, ini dirobohkan, saya mau jualan dimana?" ungkap Sri tak kuasa menahan tangis.

Menurut Sri, sudah puluhan tahun dia berjualan di tepi jalan tersebut, bahkan sejak dia belum menikah.

"Sudah lama di sini, dari belum menikah, belum memiliki anak, sudah berjualan di sini," ungkapnya.

Baca juga: Permukimannya Hilang karena Rob, Warga Bedono Tetap Minta Ganti Rugi Jika Terkena Tol Semarang-Demak

Sri mengakui, sebelum warungnya dirobohkan, dia mendapatkan surat peringatan dari Satpol PP Demak.

Namun, dia tak menghiraukan karena belum mendapatkan tempat baru untuk berjualan.

"Sudah mendapatkan pemberitahuan tapi kan saya bingung dan belum mendapatkan tempat untuk berjualan," katanya.

Senada disampaikan Surkam, pedagang lain yang juga menjadi korba penertiban petugas.

"Belum tahu mau berjualan lagi dimana, belum memiliki tujuan, sementara libur dulu," kata Surkam.

Selasa, tim Yustisi Demak menertibkan PKL di sepanjang jalur lingkar Demak.

Tim ini berisikan anggota gabungan, di antaranya dari Satpol PP Demak, TNI, Plri, Dishub, juga PLN.

Pantauan di lokasi, penertiban menggunakan ekskavator.

Terlihat pula petugas PLN yang memutus saluran listrik sebelum bangunan yang ada dirobohkan.

Tercatat, ada sekitar 150 warung liar di tepi jalan itu. Bahkan, beberapa di antaranya sudah menjadi rumah dan toko.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved