Densus 88 di Solo Raya

Ditangkap Densus 88, Penjahit Jas asal Boyolali Ahli Merakit Bom: Cucu Didik Dr Azahari

Penjahit jas asal Boyolali yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror, S, ternyata ahli merakit bom.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MUHAMMAD SHOLEKAN
Kapolresta Solo Kombes Iwan Saktiadi (kiri), Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan (tengah), dan PPID Densus 88 Mabes Polri Kombes Aswin Siregar (kanan), menunjukkan foto lima terduga teroris yang ditangkap di Boyolali dan Sukoharjo dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, Jumat (4/8/2023). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Penjahit jas asal Boyolali yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror, S, ternyata ahli merakit bom.

Warga Boyolali ini belajar merakit bom dari anak didik teroris yang ditembak mati Dr Azahari.

PPID Densus 88 AT Polri Kombes Pol Aswin Siregar menjelaskan, di wilayah Solo dan sekitarnya, S merupakan ketua kelompok yang disebut amir kelompok kecil.

S masih termasuk dalam jaringan pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar Bandung, Agus Muslim.

Menurut Aswin, S belajar merakit bom sudah lama.

"S ini adalah keturunan atau anak didik dari dedengkot ahli bom dan teror, kita tahu, Dr Azahari," terangnya.

Baca juga: Peran Lima Terduga Teroris yang Ditangkap di Boyolali dan Sukoharjo: TN Membantu S Menyiapkan Bom

Aswin mengatakan, S belajar membuat bom dari kader atau anak didik langsung Dokter Azahari.

S sudah lama berlatih meracik bahan-bahan, membuat switching, membuat paketnya, hingga seseorang pelaku bom bunuh diri siap.

"Dalam kasus bom Astanaanyar, S bahkan mengantar sendiri, mengirim sendiri, barang paket yang akan di ledakan tersebut kepada AM (Agus Muslim)," kata dia.

S, dalam tindakannya itu di bantu oleh TN, AG, dan PS.

Cari Pengantin Bom Bunuh Diri

Sementara, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, S sudah memiliki rencana untuk melakukan teror bom di Mapolresta Solo.

Bahkan, rencana itu telah dirancang saat rencana pengeboman Polsek Astanaanyar.

Jadi, antara S dan Agus Muslim saling terkait.

"S dan AM sebetulnya memilih di dua tempat, waktu itu, AM memilih tempat di Bandung sedangkan S memilih di Solo," tuturnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved