Berita Batang

Separuh Lebih SD Negeri di Batang Tak Penuhi Target Rombel, Disdikbud Wacanakan Merger Sekolah

Separuh lebih SD negeri di Batang tak memenuhi kuota rombongan belajar (rombel) saat PPDB 2023/2024. Terkait hal ini, Disdikbud mengkaji penggabungan.

|
Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DINA INDRIANI
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro S saat ditemui di kantornya, Kamis (20/7/2023). Bambang mengatakan, pihaknya mengkaji penggabungan sekolah dnegan jumlah murid tak memenuhi target rombongan belajar (rombel). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Sejumlah sekolah dasar (SD) negeri di Batang diwacanakan digabung lantaran jumlah murid terus merosot.

Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024, jumlah murid baru di 254 SD dari 452 SD negeri di Batang tak memenuhi kuota rombongan belajar (rombel).

"Idealnya, satu rombel SD itu diisi 30 siswa. Untuk tahun ajaran baru ini, ada 254 SD yang belum memenuhi target. Kami tidak ada penyebutan kekurangan murid ya, hanya saja tidak memenuhi target," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro S saat ditemui, Kamis (20/7/2023).

Baca juga: Satu SD Negeri di Batang Tak Mendapat Murid, Disdikbud Belum Berencana Menutup Sekolah

Untuk menyikapi hal tersebut, pihaknya melakukan kajian terkait merger atau penggabungan sekolah.

"Sudah ada beberapa sekolah di Batang yang di merger, beberapa tahun terakhir ini," ujarnya.

Adapun sekolah yang telah dimerger di antaranya, SDN Jrakahpayung 01 dan 02 menjadi SDN Jrakahpayung, SDN Kambangan 01 dan 03 yang dimerger menjadi SDN Kambangan 01.

Kemudian, SDN Sidorejo 01 dan 02 yang dimerger menjadi SDN Sidorejo.

"Tahun ini, akan kami kaji rencana merger di SDN Proyonanggan 02 dan 06, serta SDN Kranggan 01 dan 02," imbuhnya.

Namun, tak hanya sekadar merger, pihaknya juga akan melakukan peningkatan mutu.

Hal ini sebagai bagian menyambut tahun ajaran ke depan, dimana dimungkinkan juga adanya pertambahan penduduk usia sekolah.

"Kalau mungkin, tahun ini, usia sekolah sedikit, tetap ada kemungkinan, ke depan, usia sekolah masih berlanjut sehingga sekolah tetap harus melakukan peningkatan mutu," katanya.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Tol Batang, Brio Tergencet Bus Pariwisata, 1 Tewas 2 Korban Luka-luka

Di sisi lain, hal cukup miris dialami SDN Kranggan 01 yang mana pada PPDB tahun ini tidak mendapatkan murid baru.

Jumlah siswanya pun masih jauh dari ideal. Saat ini, hanya ada 19 siswa yang belajar di kelas 2 hingga kelas 6.

Meski begitu, Kepala SDN Kranggan 01 Subuh Hariyanto didampingi seorang guru, Siti Mutoharoh, berharap, sekolah tidak di merger.

Menurut mereka, jika ada merger, akan berdampak pada tiga guru Wiyat Bhakti di sekolah tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved