Siswa Temanggung Bakar Sekolah

Berkaca Kasus Anak Bakar Sekolah di Temanggung, Kak Seto: Pentingnya Kampanye Anti Bullying

Berkaca pada kasus anak bakar sekolah di Temanggung, Ketua LPAI Seto Mulyadi (Kak Seto) menekankan pentingnya kamapanye anti bullying di sekolah.

Tribunbanyumas.com/Permata Putra Sejati
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) pusat, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto saat ditemui Tribunbanyumas.com di Hotel Aston, Purwokerto, Senin (3/7/2023). 

"Saya mencoba kontak Kapolres, dan beliau menyatakan mengakui itu salah dan khilaf serta minta maaf," kata Kak Seto di Hotel Aston Purwokerto, Senin (3/7/2023).

Kak Seto mengapresiasi langkah Polri dan Kapolres Temanggung yang segera meminta maaf dan menyadari kekeliruan yang telah terjadi.

"Mudah-mudahan Polri mendengar masukan masyarakat atau aktifis perlindungan anak dan harus sesuai dengan UU sistem Peradilan Anak," ujarnya.

Kak Seto mengatakan telah langsung menghubungi R dan orangtuanya melalui sambungan video call.

Adapun kondisi R dalam situasi yang tenang berada di rumah.

"Saat tanya saat pemeriksaan bagaimana dan bahwa cukup baik dan ramah anak serta didampingi oleh  dinas terkait," imbuhnya.

Kak Seto mengatakan pentingnya mengedepankan kepentingan anak dan stop kekerasan pada anak agar tidak menjerumuskan anak pada tindakan kriminal.

Tindakan anak tersebut yang notabene masih 14 tahun tidak dibenarkan.

"Untuk anak umur 14 tahun kita lihat dulu seperti lingkungannya."

"Kita akan cari waktu buat tatap muka, kita lihat apakah bagaimana dibully dan bagaimana cara pemecahan masalahnya."

"Jangan sampai bertindak keliru seperti membakar sekolah," terangnya.

Sakit hati dibully, R bakar sekolah

Sebelumnya sempat diberitakan unsur bullying menjadi motif utama seorang siswa berinisial R (14), yang nekat membakar sekolahnya sendiri, yaitu SMPN 2 di Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah.

R membakar gedung sekolahnya sendiri, SMP Negeri 2 Pringsurat, Temanggung, Selasa (27/6/2023) sekira pukul 02.00 WIB.

Siswa kelas VII itu nekat membakar gedung sekolahnya karena sakit hati sering dibully oleh teman-temannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved