Penggrebekan Pabrik Ekstasi
POLISI Kejar Kapten, Otak dari Pengendali Pabrik Ekstasi di Semarang
Polisi masih memburu otak dari operasional pabrik ekstasi di Kota Semarang. Pengendali pabrik dengan panggilan Kapten masih berstatus DPO.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: mamdukh adi priyanto
Selang tiga hari kemudian, datang paket ekspedisi berisi alat pres, alat cetak obat, bahan kimia untuk membuat ekstasi yang berasal dari Cina.
"Mereka langsung kerja, bahan itu diracik sedemikian rupa, ditimbang, dihaluskan, lalu dimasukan ke alat cetak.
Lalu menghasilkan tablet dan kapsul," papar Wakapolda.
Baca juga: Rumah di Palebon Semarang Jadi Pabrik Ekstasi Jaringan Internasional, Pelaku Sempat Sakau
Diberitakan sebelumnya, tim gabungan dari Polda Jateng dan Bareskrim Polri mengungkap pabrik ekstasi jaringan internasional di Palebon, Pedurungan, Kota Semarang.
Pabrik ekstasi tersebut beroperasi paling tidak selama 10 hari.
Dalam sehari pabrik itu setidaknya memproduksi 1 ribu butir ekstasi.
Sebab barang bukti yang diamankan polisi di lokasi kejadian sebanyak 10.410 butir.
Polisi mengklaim, barang haram itu belum sempat diedarkan.
Kapten Adalah Otak
Wakapolda menyebut, masih melakukan profiling terhadap Kapten yang menjadi pemberi intruksi terhadap kedua tersangka.
Di samping itu, ia pun tak percaya dengan pengakuan kedua tersangka.
Sebab, banyak keterangan yang melawan logika.
Baca juga: Aktor Revaldo Tertangkap Lagi karena Kasus Narkoba. Polisi Temukan Ganja, Pil Ekstasi dan Bekas Sabu
Di antaranya, pengakuan baru bertemu pertama kali dengan Kapten di Simpang Lima lalu menggarap ekstasi dengan upah Rp1 juta.
Pihaknya meyakini mereka sudah kenal lama dengan kegiatan serupa hanya saja belum terungkap.
"Tugas kami mengembangkan untuk mengetahui siapa yang mengundang dua orang tersangka itu ke Semarang hingga menyewa rumah," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/rumah-pabrik-ekstasi-semarang.jpg)